Program One Class One Book Wujudkan Budaya Literasi di SMA Negeri 1 Purwareja Klampok

Purwokerto – SMA Negeri 1 Purwareja Klampok memperkuat budaya literasi sekolah melalui pelaksanaan Program One Class One Book (OCOB). Program ini menjadi bagian dari implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang ditetapkan Kemendikbud. Menurut Kemendikbud (2016), GLS berupaya menumbuhkan budaya membaca melalui tahapan pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran literasi yang terintegrasi dengan kurikulum.

Program One Class One Book (OCOB), merupakan program yang dimana setiap kelas menghasilkan satu karya buku secara kolaboratif. Proses penulisan dibimbing oleh wali kelas dan tim literasi sekolah yang berperan sebagai fasilitator.

Pelaksanaan One Class One Book (OCOB) tahun ini, kelas X mengangkat tema “Ekspedisi Hayati”, yakni penelusuran keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia dalam bentuk teks deskripsi. Sementara itu, kelas XI mengusung tema “Legenda”, dengan menghasilkan cerita pendek yang merangkum kembali cerita rakyat dari berbagai daerah tanpa meninggalkan esensi aslinya. Karya kelas XI memiliki keunikan tersendiri karena disajikan dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa pilihan seperti Inggris, Jepang, atau Jawa.

Adit, siswa kelas XI, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan dapat memperluas wawasannya. “Senang sekali tentunya, dapat pengetahuan baru,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa di kelasnya, siswa dibagi menjadi 18 kelompok, beranggotakan dua orang dan menghasilkan 18 cerita pendek yang dibukukan. Menurutnya, tahap yang paling menantang biasanya adalah proses penyuntingan. “Biasanya revisi pada bagian cover lalu merapikan teks cerpen, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Proses penulisan dan penyuntingan yang telah selesai kemudian, sekolah akan menyelenggarakan Launching Buku. Program ini menjadi wujud nyata SMA Negeri 1 Purwareja Klampok dalam membangun budaya literasi, sekaligus mendorong siswa untuk gemar membaca dan menulis melalui pengalaman berkarya secara langsung.

Editor: Baruna Wahyudi Putri

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *