Literasi Pagi di SMAN 1 Maos: Guru Bahasa Indonesia Ungkap Dampaknya bagi Keterampilan Bahasa Siswa

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Cilacap–SMAN 1 Maos terus menguatkan budaya literasi melalui program literasi pagi yang dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis pukul 07.00–07.15 WIB. Seluruh siswa kelas X hingga XII mengikuti kegiatan ini secara rutin. Program tersebut dinilai efektif meningkatkan kemampuan bahasa, khususnya pada aspek membaca dan menulis.

Menurut Eky, guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Maos, mengungkapkan bahwa literasi pagi memberi dampak langsung terhadap kemampuan memahami teks. “Kebiasaan membaca setiap hari membuat siswa lebih cepat menemukan ide pokok, memahami isi teks, dan memperkaya kosakata,” ujarnya. Ia menambahkan, tidak hanya pemahaman bacaan, literasi pagi juga memberi kontribusi besar bagi keterampilan menulis. Siswa menjadi lebih terampil memilih diksi, menyusun kalimat, dan menggunakan ejaan secara tepat.

Kegiatan literasi pagi di SMAN 1 Maos disusun dengan variasi tema setiap harinya. Hari Senin siswa membaca literasi nonfiksi, Selasa literasi keagamaan, Rabu literasi digital, dan Kamis literasi bahasa yang mencakup bahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris. Adapun bahan bacaan yang dianjurkan meliputi buku-buku fiksi maupun nonfiksi, serta artikel yang relevan dengan kurikulum pembelajaran.

Eky menyebutkan bahwa perubahan positif tampak dari antusiasme siswa. Minat baca meningkat, keberanian bertanya bertambah, dan kemampuan mengemukakan pendapat semakin baik. “Siswa kini lebih percaya diri saat berdiskusi di kelas dan lebih siap menyampaikan gagasan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eky menambahkan bahwa peningkatan keterampilan bahasa siswa juga tampak pada aktivitas pembelajaran di kelas. Siswa lebih aktif memperluas kosakata, lebih cermat saat menulis, hingga lebih lancar berbicara dalam kegiatan diskusi.

Eky berharap program literasi pagi dapat terus berlanjut dan semakin ditingkatkan. “Kami ingin, literasi pagi tidak hanya membentuk siswa menjadi pembaca yang tekun, tetapi juga penulis dan pembicara yang kritis serta aktif,” pungkasnya.

Literasi pagi kini menjelma menjadi landasan kokoh yang tidak hanya memahirkan siswa dalam membaca dan menulis, tetapi juga membentuk mereka sebagai generasi berpikir tajam dan siap bersuara cerdas untuk masa depan.

Editor: Rika Amelia

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *