Kenthongan Sebagai Simbol Kebangkitan Budaya Banyumas

(sumber: dokumen pribadi)

Purwokerto-Kesenian Kenthongan Banyumasan terus menunjukkan peningkatan minat dari masyarakat, terutama generasi muda. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai grup kenthongan kembali aktif tampil di acara budaya, lomba antar-desa, hingga perayaan hari besar daerah.

Dalam tulisan berjudul Dinamisasi Bentuk dan Fungsi Kentongan Sutopo menyebut “Kentongan merupakan karya seni yang perlu dilestarikan keberadaannya. Dulu dipakai sebagai alat komunikasi tradisional yang memberi isyarat atau tanda kepada masyarakat secara cepat, praktis, dan murah,” tulisnya.

Kenthongan Banyumas dikenal dengan pola tabuhan yang energik dan ritmis, memadukan ketukan bass, angklung, dan kenthong utama sehingga menghasilkan warna bunyi yang khas. Pertunjukannya kini juga semakin berkembang secara visual, ditandai dengan formasi pemain yang dinamis serta hadirnya penari pengiring yang menambah daya tarik panggung. Gerakan para penabuh yang kompak dan atraktif menjadi ciri khas kenthongan Banyumas, menjadikan setiap penampilan bukan hanya sajian musik, tetapi juga pertunjukan budaya yang menyatukan harmonisasi suara dan elemen koreografi.

Dengan adanya apresiasi masyarakat dan dukungan akademis, kenthongan Banyumas kini tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai simbol kebangkitan budaya lokal.

Melihat perkembangan ini, Banyumas optimistis bahwa kenthongan akan tetap bergema sebagai identitas budaya yang dinamis, relevan, dan membanggakan.

Editor: Nadia Qurotul Aini

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *