Purwokerto – Fenomena penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) oleh siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia semakin menjadi perhatian para pendidik. Banyak guru menilai teknologi tersebut dapat membantu, namun juga berpotensi menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa jika digunakan secara berlebihan.
Hal itu disampaikan oleh guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Ajibarang, Muryati, dalam wawancara yang dilakukan pada 7 November 2025 saat bimbingan tugas mata kuliah. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar siswanya kini mulai mengandalkan aplikasi AI untuk menyelesaikan berbagai tugas bahasa.
“Anak-anak sekarang banyak yang langsung menggunakan AI untuk tugas Bahasa Indonesia. Mereka ingin hasil instan tanpa berproses dan tanpa berpikir sendiri,” ujarnya. Menurutnya, ketergantungan seperti ini membuat siswa kehilangan peluang untuk melatih kemampuan menulis, menyusun gagasan, dan memahami struktur teks secara mandiri.
Meskipun begitu, Muryati tidak sepenuhnya menolak penggunaan AI. Ia menilai bahwa teknologi dapat dimanfaatkan asal digunakan dengan bijak. “Sebenarnya saya tidak melarang. Boleh saja menggunakan AI, tapi sebatas referensi. Jangan semua tugas dibuat oleh AI. Siswa tetap harus punya proses berpikir sendiri,” tegasnya.
Untuk mencegah penyalahgunaan, ia menerapkan aturan khusus dalam pembelajaran. Salah satunya yaitu membatasi penggunaan handphone di kelas. Siswa hanya diperbolehkan membuka gawai jika digunakan sebagai referensi tambahan, bukan sebagai alat untuk mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membimbing siswa memahami perbedaan antara bantuan dan ketergantungan. “Saya tetap mengarahkan mereka supaya paham isi materi, bukan sekadar menerima jawaban dari aplikasi. Kalau dibiarkan, kemampuan berbahasa mereka bisa menurun,” tambahnya.
Fenomena ini juga sejalan dengan tren yang terjadi di berbagai sekolah di Indonesia, di mana penggunaan teknologi AI semakin meningkat dalam semua mata pelajaran termasuk pembelajaran bahasa. Namun, diharapkan siswa dapat memanfaatkan teknologi dengan bertanggung jawab agar kemampuan literasi, menulis, dan berpikir kritis tetap terlatih.
Editor: Khansa Rufi H
