Sumber: Dokumentasi Pribadi
Purwokerto, 27 November 2025 — Screen time atau waktu yang dihabiskan seseorang untuk menatap layar perangkat elektronik kini makin meningkat di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyoroti data yang menunjukkan rata-rata screen time orang Indonesia mencapai 7,5 jam per hari. Namun, kemampuan literasi digital remaja masih tergolong rendah. Mengutip dari laman kemendikdasmen.go.id, “penguasaan literasi digital sebagian besar masyarakat masih rendah.”
Lamanya durasi screen time tidak menjamin adanya peningkatan literasi digital. Banyak orang yang mengonsumsi informasi tanpa memilahnya terlebih dahulu sehingga menyebabkan terjadinya paparan hoaks yang kian mewabah.
Istilah screen time kini digadang-gadang memiliki pengaruh terhadap menurunnya daya pikir kritis dan pribadi yang selektif. Orang-orang cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya di media sosial dan platform hiburan tanpa memahami cara kerja algoritma, etika digital, maupun keamanan data pribadi.
Screen time yang berlebihan tanpa pendampingan dan literasi yang memadai dapat berdampak pada meningkatnya risiko misinformasi, cyberbullying, hingga ketergantungan terhadap gawai.
Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu mengambil tindakan serius untuk memperkuat program literasi digital melalui pelatihan, kampanye edukatif, dan pembiasaan berpikir kritis, terutama bagi remaja yang menjadi pengguna internet terbesar di Indonesia.
Editor: Ika Sari Nur Widya
