Purwokerto – Memasuki beberapa hari pertama bulan Ramadan, kawasan Pasar Wage Purwokerto dipadati warga yang berburu baju Lebaran. Lonjakan pengunjung tidak hanya meningkatkan aktivitas jual beli, tetapi juga membuat para tukang parkir kewalahan mengatur arus kendaraan yang terus berdatangan.

Sumber: Dokumentasi Pribadi
Salah satu tukang parkir di sekitar pasar, sebut saja Slamet, mengaku harus bekerja ekstra sejak pagi hingga sore hari menjelang buka puasa. Ia mengatakan volume kendaraan meningkat tajam dibandingkan hari biasanya. “Baru awal Ramadan saja sudah ramai sekali. Motor sama mobil terus masuk, kadang jalan sampai macet total,” ujarnya sambil mengatur kendaraan yang keluar-masuk area parkir.
Menurutnya, banyak pengunjung yang berhenti sembarangan di pinggir jalan demi lebih dekat dengan lokasi belanja. Kondisi tersebut membuat ruang gerak kendaraan semakin sempit dan memicu antrean panjang di sekitar pasar.
Keramaian pasar didominasi warga yang mencari pakaian baru untuk persiapan Hari Raya Idulfitri. Toko-toko busana terlihat penuh pembeli yang memilih berbagai model pakaian dengan harga yang dinilai lebih terjangkau dibanding pusat perbelanjaan modern. Akibat membludaknya pengunjung, arus lalu lintas di ruas jalan sekitar pasar kerap tersendat. Kendaraan harus berjalan perlahan karena bercampur dengan pejalan kaki dan aktivitas bongkar muat pedagang.
Keramaian di Pasar Wage diperkirakan akan terus meningkat hingga mendekati Lebaran, seiring tradisi masyarakat yang mulai berburu kebutuhan hari raya sejak awal bulan puasa.
Editor: Zahra Jerolin Hanifah
