
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Purwokerto — Ramadan selalu menghadirkan ruang berbagi. Di Masjid Fatimatuz Zahra (MAFAZA), semangat tersebut diwujudkan melalui program buka puasa gratis bagi masyarakat umum, mulai dari mahasiswa, warga sekitar, hingga musafir. Setiap hari, ribuan jamaah memadati area masjid untuk berbuka bersama.
Program ini telah berjalan selama beberapa tahun serta dikenal luas di kalangan mahasiswa. Antusiasme jamaah terus meningkat dari hari ke hari, bahkan mendorong panitia membuka open recruitment relawan dari berbagai latar belakang.
Salah satu panitia PAR Mafaza periode 2024–2026, Richsa, mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2023, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kepedulian terhadap mahasiswa perantau. Menurutnya, banyak mahasiswa tinggal jauh dari keluarga sehingga membutuhkan ruang kebersamaan selama Ramadan.
“Program ini diharapkan dapat membantu mahasiswa agar tetap merasakan hangatnya berbuka puasa bersama, sekaligus meringankan pengeluaran. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi donatur untuk menyalurkan rezekinya agar bermanfaat bagi umat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, panitia menyiapkan sekitar 1.500 porsi makanan setiap hari. Proses produksi dilakukan melalui Dapur Umum Mafaza dengan melibatkan warga sekitar. Kegiatan dimulai dari memasak, pengemasan, hingga pendataan jumlah nasi boks. Sejumlah porsi tambahan berasal dari donasi warung serta restoran sekitar. Seluruh makanan kemudian dikumpulkan di Gedung Serba Guna Mafaza sebelum dibagikan kepada jamaah.
Untuk menjaga ketertiban, sistem pembagian diterapkan secara berurutan, dimulai dari saf paling depan hingga ke bagian belakang. Pola ini dinilai efektif karena jamaah umumnya telah hadir sejak menjelang waktu berbuka. Respons masyarakat dan mahasiswa terhadap kegiatan ini terbilang positif. Meski demikian, panitia sempat mengalami kekurangan makanan pada hari pertama Ramadan tahun ini. Lonjakan jumlah jamaah berada di luar perkiraan, sementara warung rekanan tidak dapat menambah pesanan dalam waktu singkat.
“Jika kekurangan masih dalam batas wajar, panitia biasanya langsung menghubungi warung mitra. Mereka dapat menyiapkan tambahan sekitar 10 hingga 50 nasi boks secara mendadak. Namun, pada hari itu jumlah jamaah benar-benar melampaui prediksi,” jelas Richsa.
Dari sisi pendanaan, program buka puasa gratis ini bersumber dari para muhsinin, dukungan Laznas Al Irsyad, serta hasil usaha dana mandiri panitia. Peran relawan dan donatur tetap menjadi penopang utama keberlanjutan kegiatan setiap tahunnya. Bagi panitia, Ramadan dimaknai sebagai momentum melayani umat sekaligus mempererat silaturahmi. Banyak relawan merupakan panitia lama yang kembali terlibat setelah disibukkan dengan aktivitas masing-masing sepanjang tahun.
Ke depan, panitia berharap program buka puasa gratis di Mafaza dapat terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Di akhir, Richsa menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah sekaligus permohonan maaf apabila pelayanan belum sepenuhnya maksimal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat atas antusiasmenya. Panitia juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan terdapat kekhilafan, khususnya bagi jamaah yang belum sempat mendapatkan nasi boks. Semoga semua pihak yang terlibat donatur, panitia, maupun jamaah mendapatkan pahala berlipat dari Allah SWT,” pungkasnya.
Editor: Rizqi Khoirunnisaa Afriana
