
Kroya – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana sore hari di Kecamatan Kroya tampak semakin hidup. Deretan pasar takjil yang tersebar di sejumlah titik strategis dipadati warga yang berburu hidangan berbuka puasa. Kondisi ini turut membawa dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Sejak pukul 15.30 WIB, para pedagang mulai melayani pembeli yang datang silih berganti. Beragam menu khas Ramadhan seperti kolak pisang, es buah, bubur mutiara, aneka gorengan, hingga lauk siap santap tersaji di lapak-lapak sederhana yang berjajar rapi di tepi jalan. Selain makanan tradisional, beberapa pelaku UMKM juga menawarkan produk kekinian seperti dessert box dan minuman segar.
Rina (35), salah satu pedagang takjil, mengaku mengalami peningkatan penjualan selama bulan puasa. “Biasanya sehari hanya laku puluhan porsi, sekarang bisa dua kali lipat. Alhamdulillah, Ramadhan selalu membawa rezeki lebih,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dedi (29), pelaku UMKM minuman segar yang turut membuka lapak di kawasan pasar takjil. Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi kesempatan untuk memperluas pelanggan. “Setiap sore selalu ramai. Banyak pembeli yang datang bersama keluarga, jadi suasananya juga terasa hangat,” katanya.
Warga yang datang pun merasa terbantu dengan keberadaan pasar takjil. Selain praktis, harga yang ditawarkan relatif terjangkau sehingga memudahkan masyarakat dalam menyiapkan menu berbuka puasa.
Ramainya pasar takjil di Kroya menjadi bukti bahwa Ramadhan tidak hanya menghadirkan suasana religius, tetapi juga menjadi momentum penguatan ekonomi lokal. Tradisi tahunan ini diharapkan terus berjalan dengan tertib serta memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat hingga akhir bulan suci.
