Pasar Ramadan di Desa Grujugan Ramaikan Warga dengan Kuliner dan Hiburan Musik

Banyumas – Pasar Ramadan di Desa Grujugan kembali menjadi pusat aktivitas warga selama bulan suci Ramadan. Berbagai pedagang makanan memenuhi area pasar, mulai dari penjual jajanan dan takjil hingga masakan sayur matang serta lele yang telah dibumbui. Untuk menarik pengunjung, panitia juga menghadirkan hiburan musik dangdut. Area pasar terbilang cukup luas dengan penataan pedagang yang rapi di dalam kawasan. Sementara itu, tempat parkir disediakan di luar area pasar sehingga pengunjung dapat datang dengan lebih nyaman.

Pasar Ramadan merupakan kegiatan tahunan yang menghadirkan berbagai kuliner khas berbuka puasa serta hiburan musik dangdut sebagai daya tarik bagi masyarakat.

‎Kegiatan ini diselenggarakan oleh panitia dengan melibatkan para pedagang serta warga sekitar yang turut mengelola parkir. Keramaian pasar biasanya mulai terlihat pada sore hari sekitar pukul 16.00 menjelang waktu berbuka puasa.

Pasar Ramadan diselenggarakan di area pasar Desa Grujugan yang cukup luas sehingga mampu menampung pedagang dan pengunjung.

Panitia mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh tambahan penghasilan selama bulan Ramadan. Salah satu panitia menyampaikan, “Tujuan diadakannya Pasar Ramadhan ini untuk menyalurkan agar para pedagang mempunyai pemasukan. Selain itu, warga sekitar juga bisa mendapatkan pekerjaan, misalnya menjaga parkir.”

‎Pasar Ramadan di lokasi tersebut telah berlangsung sejak tahun 2016. Pada awal pelaksanaannya, kondisi pasar masih kurang tertata karena banyak pedagang berjualan di pinggir jalan. Seiring waktu, panitia mulai melakukan penataan dengan memindahkan pedagang ke dalam area pasar agar lebih rapi dan tertib.

‎Penyelenggara juga berharap adanya dukungan dari pemerintah desa untuk pengembangan pasar ke depan. Ia menambahkan, “Harapan kami, pemerintah desa bisa lebih memperhatikan pasar ini. Pasar ini pernah viral di media sosial, jadi kami berharap ada perbaikan agar pasar bisa lebih maju dan kegiatan pasar Ramadan tetap ada setiap tahun.”

‎Sementara itu, salah satu pedagang mengaku telah berjualan sejak tahun 2018, bahkan sejak kondisi pasar masih belum tertata rapi. Pedagang tersebut mengatakan, “Saya sudah ikut berjualan sejak tahun 2018, dari zaman pasar ini masih berantakan dan belum tertata rapi.”

‎Ia juga menyebutkan bahwa berjualan di Pasar Ramadan dapat meningkatkan pendapatan sekaligus meramaikan suasana bulan puasa. “Saya memilih berjualan di sini untuk meramaikan event Ramadan, dan dari segi pendapatan juga lebih meningkat,” ujarnya.

‎Menurutnya, pengunjung biasanya mulai berdatangan pada sore hari. Namun, ada kendala yang kerap dihadapi para pedagang. “Biasanya mulai ramai sekitar jam empat sore. Kendalanya kalau hujan, pasar jadi lebih sepi pembeli,” katanya.

Editor: Himawan Andi Rozak

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *