Cilacap – Suasana Minggu sore di Alun-alun Majenang tampak berbeda dari biasanya. Memasuki hari keempat Ramadan 1447 H, wilayah Cilacap Barat diguyur hujan cukup deras sejak pukul 16.00 WIB. Kondisi ini membuat pusat jajanan takjil yang diinisiasi oleh Ikatan Remaja Masjid Besar Mujahidin Majenang (IRMAMUJA) tampak lengang dan sunyi.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 17.00 WIB, aspal di sekitar alun-alun terlihat basah mengkilap terpapar air hujan. Menara Masjid Besar Mujahidin yang menjulang tinggi tampak berkabut, sementara deretan tenda biru dan merah milik para pedagang UMKM hanya didatangi oleh segelintir orang.
Bertahan di Balik Jas Hujan
Meski cuaca kurang bersahabat, beberapa warga tetap terlihat antusias. Dengan menggunakan jas hujan dan payung, mereka mengunjungi lapak-lapak yang buka. Tidak ada antrean panjang, suasana tenang justru menyelimuti proses transaksi antara penjual dan pembeli.
Seorang pengunjung, Ufa (20), tetap memilih datang ke Alun-alun meski harus menerjang rintik hujan yang belum reda.
“Memang sepi banget sore ini karena hujannya awet dari tadi. Tapi ya mau gimana lagi, pengen jajan di sini. Untungnya nggak perlu antre panjang seperti biasanya,” ungkap Ufa.
Tantangan Bagi UMKM
Sepinya pengunjung menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang. Mereka tetap menyalakan lampu-lampu stand, berharap ada warga yang mampir di sisa waktu menjelang azan Maghrib.
Kondisi cuaca yang tidak menentu di bulan Februari ini memang menuntut persiapan ekstra bagi warga Majenang yang ingin ngabuburit. Meski sore ini terasa kelabu, semangat untuk merayakan momen Ramadhan tetap terasa hangat di antara mereka yang hadir.
Editor: Yasfika Afilia
