
Purbalingga — Ramadan Light Festival 2026 yang digelar di Alun-alun Purbalingga sejak 19 Februari lalu membuat suasana pusat kota tampak lebih hidup selama bulan suci. Ratusan lampu hias bernuansa Ramadan dengan bentuk masjid, bulan sabit, bintang, hingga lentera berwarna-warni menghiasi kawasan alun-alun dan menarik perhatian warga.
Pantauan di lokasi, keramaian mulai terlihat menjelang waktu berbuka puasa dan semakin padat setelah Maghrib. Pengunjung didominasi remaja dan keluarga yang datang untuk berjalan-jalan, berfoto, hingga sekadar duduk santai menikmati suasana malam. Anak-anak tampak antusias bermain mobil-mobilan mini, melukis, dan permainan seser ikan yang disediakan pedagang.

Salah satu pengunjung, Ila, mengaku sengaja datang ke alun-alun untuk menikmati suasana festival. “Datang sengaja buat jalan-jalan. Suasananya lebih meriah, banyak lampu hias yang menarik dan kreatif, bisa jadi spot foto juga,” ujarnya. Ia menilai keberadaan lampu-lampu tersebut membuat suasana Ramadan terasa lebih hidup dan ceria.
Tak hanya menjadi tempat berkumpul, festival ini juga membawa dampak ekonomi bagi pedagang kecil. Beragam jajanan seperti mi ayam, bakso, peracian seperti cireng dan sempol, minuman dingin, hingga pedagang mainan memenuhi area sekitar alun-alun. Alvin, salah satu pedagang, mengatakan pembeli mulai ramai menjelang berbuka dan setelah Maghrib. “Kalau dibanding hari biasa lumayan, lebih ramai,” katanya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar agar jumlah pengunjung meningkat dan pendapatan UMKM ikut terdongkrak.
Meningkatnya jumlah pengunjung juga berdampak pada kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan alun-alun. Area parkir motor di dalam kawasan terlihat penuh, sementara mobil banyak terparkir di sepanjang pertokoan yang mengelilingi alun-alun.
Dengan suasana yang semakin semarak dan partisipasi masyarakat yang tinggi, Ramadan Light Festival tak hanya memperindah wajah kota di malam hari, tetapi juga menjadikan alun-alun sebagai ruang berkumpul sekaligus penggerak aktivitas ekonomi warga selama bulan suci.
Editor:
