Deadline Menumpuk Picu Stres dan Kelelahan Mental Mahasiswa

Purwokerto – Tingginya tuntutan akademik yang dialami mahasiswa menjadi salah satu faktor meningkatnya stres dan kelelahan mental di lingkungan perguruan tinggi. Berbagai tugas dengan tenggat waktu yang berdekatan serta tekanan untuk memperoleh nilai yang baik membuat banyak mahasiswa kesulitan membagi waktu antara belajar dan istirahat.

Fenomena ini tidak hanya dialami mahasiswa tingkat akhir, tetapi juga mahasiswa tahun pertama yang sedang beradaptasi dengan sistem pembelajaran di perguruan tinggi. Perubahan ritme belajar, beban tugas yang lebih kompleks, serta tuntutan untuk belajar secara mandiri sering kali memicu rasa cemas, overthinking, hingga kelelahan emosional.

Salwa, seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi, mengaku kerap merasa kewalahan ketika beberapa tugas datang dalam waktu yang bersamaan. Kondisi tersebut membuat waktu istirahat berkurang dan fokus belajar menjadi menurun.

“Sebenarnya tugasnya gak terlalu sulit, cuma karena deadline-nya mepet, jadi terasa lebih capek. Ngerjainnya juga jadi gak santai karena kepikiran waktu terus”, ungkap salwa.

Selain berdampak pada kualitas tidur, tekanan deadline juga memengaruhi motivasi belajar mahasiswa. Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami penurunan fokus, mudah lelah, hingga kehilangan semangat belajar karena merasa terus berada di bawah tekanan.

Kondisi ini membuat mahasiswa mulai menyadari pentingnya mengatur waktu belajar dan memberi ruang istirahat yang cukup. Beberapa mahasiswa memilih mencari kegiatan positif, berbagi cerita dengan teman, atau mengambil jeda sejenak agar tidak merasa semakin terbebani secara mental.

Editor: Zaskia Ayu Nissa

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *