
Kroya — Menjelang waktu berbuka puasa, aneka takjil mulai diburu masyarakat. Salah satu yang menarik perhatian adalah sajian es buah yang disajikan unik di dalam batok kelapa muda. Perpaduan warna dan kesegaran buah menjadi daya tarik tersendiri di tengah cuaca sore yang cenderung hangat selama Ramadan.
Dari kejauhan, warna puding yang lembut berpadu dengan potongan buah segar tampak kontras dengan cokelat alami batok kelapa. Di atasnya, kuah manis dan susu dingin dituangkan hingga memenuhi wadah, menciptakan sensasi segar yang menggoda setelah seharian menahan haus.
Sang penjual, Febri (29), mengaku ide tersebut muncul dari keinginannya menghadirkan takjil yang tidak hanya enak, tetapi juga unik. “Biasanya puding pakai cup plastik. Saya coba pakai batok kelapa supaya lebih tradisional dan ramah lingkungan. Ternyata pembeli suka,” ujarnya sambil melayani antrean.
Dalam sehari, ia bisa menjual 40 hingga 60 porsi dengan harga Rp15.000 per sajian. Banyak pembeli tertarik karena tampilannya yang estetik sekaligus terasa lebih alami.
Bagi sebagian warga, es puding batok kelapa bukan sekadar pelepas dahaga. Sajian ini menjadi simbol kreativitas pedagang lokal dalam menyambut Ramadan. Tekstur lembut puding yang berpadu dengan dinginnya kuah manis menghadirkan rasa nyaman di momen berbuka, ketika tubuh kembali mendapatkan energi.
Di tengah tren minuman modern dan kemasan instan, kehadiran es puding batok kelapa menjadi bukti bahwa sentuhan tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Ramadan pun terasa lebih hangat dengan inovasi sederhana yang lahir dari semangat usaha kecil dan kebersamaan.
