Purwokerto — Tren warna busana Lebaran di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan yang dinamis. Hingga 2025, pilihan warna yang dikenakan masyarakat saat Hari Raya Idulfitri tercatat bergeser dari nuansa lembut seperti sage, beralih ke pastel berkilau, hingga burgundy yang memberi kesan lebih tegas dan elegan.
Pada 2023, warna sage sempat mendominasi busana Lebaran keluarga karena dianggap memberi kesan tenang dan serasi dikenakan oleh semua usia. Memasuki 2024, tren beralih ke warna pastel dengan sentuhan bahan berkilau lembut (shimmer) yang memberi tampilan lebih mewah, namun tetap ringan. Sementara itu, pada 2025, warna burgundy atau merah maroon tua mulai banyak dipilih masyarakat karena dinilai menghadirkan kesan hangat dan formal yang selaras dengan suasana perayaan Idulfitri.
Perubahan tren warna Lebaran tersebut tidak terlepas dari pengaruh perkembangan model busana muslim serta visual media sosial yang mendorong keserasian warna dalam busana keluarga. Foto keluarga dengan warna senada dinilai lebih estetis, sehingga masyarakat cenderung mengikuti tren warna yang populer setiap musim Lebaran.
Sejumlah warga mengaku pemilihan warna busana Lebaran biasanya mengikuti tren yang berkembang setiap tahun agar tampilan keluarga terlihat kompak. “Biasanya kami memilih warna berbeda tiap Lebaran supaya tidak sama. Terakhir cenderung ke maroon karena terlihat lebih elegan saat foto keluarga,” ujar Aulia (26), warga Pekuncen.
Beberapa pengamat mode menilai pergeseran warna Lebaran merupakan hal wajar dalam siklus fashion yang terus berubah. Setiap musim, warna tertentu muncul sebagai tren sebelum kemudian berganti pada periode berikutnya. Selain mengikuti tren, pemilihan warna Lebaran juga berkaitan dengan kesan yang ingin ditampilkan, mulai dari ketenangan dan kesederhanaan hingga kehangatan dan kewibawaan.
Dengan berkembangnya industri busana muslim dan meningkatnya peran media sosial dalam membentuk selera visual masyarakat, tren warna Lebaran diperkirakan akan terus berubah pada tahun-tahun mendatang. Meski demikian, keserasian keluarga dan kenyamanan tetap menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam menentukan pilihan busana saat merayakan Idulfitri.
editor: Sofia Almas Meylani
