Kentang Mustofa Jadi Penyelamat Anak Kos di Bulan Ramadan

(Sumber: dokumentasi pribadi)

Purwokerto (22 Februari 2026) – Bulan Ramadan merupakan momen yang paling dinanti oleh umat Muslim, tak terkecuali mahasiswa yang hidup di perantauan. Menjalani ibadah puasa di tanah rantau tentu berbeda dan menghadirkan tantangan tersendiri, terutama saat waktu sahur tiba karena segala sesuatunya harus disiapkan secara mandiri. Keterbatasan waktu saat sahur kerap menjadi kendala utama sehingga mereka membutuhkan lauk praktis sebagai teman makan. Salah satu lauk yang kerap dijadikan alternatif adalah kentang mustofa.

Kentang mustofa merupakan makanan khas Sunda yang dikenal luas karena keunikannya sebagai lauk sekaligus camilan. Hidangan ini berbahan dasar kentang yang diiris tipis, Kemudian digoreng hingga kering dan dicampur dengan bumbu balado. Proses pengirisan dan penggorengan tersebut menghasilkan tekstur yang renyah. Selain itu, perpaduan bumbu balado memberikan cita rasa gurih dengan sensasi pedas yang khas.

Salah seorang mahasiswa, Dini (20), mengungkapkan bahwa ia menjadikan hidangan ini sebagai menu andalan untuk sahur sejak 2024.

“Penyajiannya sebenarnya sederhana, tinggal ditambahkan dengan nasi hangat atau jika masih sempat bisa ditambahkan dengan telur goreng,” ujarnya.

Ia juga menambahkan alasan utama memilih olahan ini sebagai lauk adalah kemudahan penyimpanannya, yakni cukup memasukkannya ke dalam toples kedap udara. Teksturnya yang kering membuat lauk ini tidak mudah basi meskipun disimpan pada suhu ruang.

“Biasanya, kentang mustofa ini dapat bertahan hingga berminggu-minggu bahkan satu bulan, jika tidak terpapar udara dalam waktu yang lama,” tutupnya.

Olahan praktis seperti kentang mustofa sangat membantu mahasiswa dalam menghemat waktu saat sahur tanpa harus memasak dari awal setiap hari.

Editor: Indri Kumala

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *