
Film Sore: Istri dari Masa Depan yang disutradarai oleh Yandy Laurens menghadirkan kisah cinta yang tidak biasa melalui konsep perjalanan waktu. Cerita berfokus pada Sore (Sheila Dara), seorang perempuan yang datang dari masa depan dan mengaku sebagai istri Jonathan (Dion Wiyoko). Tujuannya sederhana namun berat: mengubah kebiasaan buruk Jonathan agar kehidupan mereka di masa depan bisa lebih baik.
Jonathan, seorang fotografer dengan gaya hidup kurang sehat, awalnya tidak percaya dengan pengakuan Sore. Di sinilah konflik berkembang. Sore harus berusaha meyakinkan sekaligus perlahan mencoba mengubah kebiasaan Jonathan. Namun film ini menunjukkan bahwa mencintai seseorang tidak berarti kita bisa sepenuhnya mengendalikan pilihan hidupnya.
Adegan saat Sore pertama kali mengatakan, “Hai, aku Sore, istri kamu dari masa depan,” menjadi salah satu momen paling ikonik. Kalimat sederhana itu langsung menarik perhatian dan menjadi titik awal perjalanan emosional film ini.
Sebagai sutradara, Yandy Laurens mampu membangun suasana yang hangat dan emosional tanpa harus berlebihan. Ceritanya terasa sederhana, tetapi justru dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penonton bisa merasakan campuran emosi: sedih, kesal, sekaligus terharu dalam waktu yang bersamaan.
Pada akhirnya, film ini seperti pengingat bahwa waktu tidak selalu bisa diputar kembali, dan perubahan harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Perasaan yang ditinggalkan pun tidak tunggal—dan mungkin di situlah kekuatan film ini.
Editor: ??????????
