Tren Drama China di Indonesia: Hiburan Visual yang Kian Digemari

Purwokerto — Tren menonton drama China (dracin) di Indonesia kini mengalami peningkatan pesat. Banyak masyarakat mulai melirik dracin sebagai alternatif hiburan utama karena aksesnya yang mudah serta pilihan judul yang beragam. Fenomena ini didukung oleh hadirnya berbagai aplikasi penyiaran liris ( streaming ) resmi yang menawarkan konten berkualitas dengan harga langganan relatif terjangkau, bahkan sebagian dapat dinikmati secara gratis.

Salah satu keunggulan utama yang membuat dracin diminati adalah durasi per episode yang cenderung lebih singkat untuk genre modern, yakni sekitar 30-45 menit . Durasi tersebut dinilai ideal bagi masyarakat dengan jadwal padat yang tetap ingin menikmati hiburan di sela kesibukan. Selain itu, dracin menawarkan spektrum genre yang sangat luas, mulai dari romansa modern, e-sports , hingga genre khas Mandarin seperti wuxia (kisah pendekar) dan xianxia (fantasi dewa-dewi) yang kaya akan efek visual CGI serta sinematografi estetika.

Namun, di balik popularitasnya, dracin juga memiliki beberapa catatan yang menjadi pertimbangan penonton. Salah satu kekurangannya adalah jumlah episode yang cenderung sangat banyak, terutama pada drama kolosal yang bisa mencapai 40 hingga 60 episode. Hal ini terkadang membuat alur cerita terasa lambat di pertengahan ( filler ). Selain itu, ketergantungan pada efek visual yang masif terkadang membuat kualitas CGI pada drama dengan anggaran terbatas terasa kurang halus jika dibandingkan dengan produksi papan atas.

(Sumber: Tangkapan layar Instagram @wetvindonesia)

Dari sisi aksesibilitas, penonton Indonesia kini dimanjakan dengan banyaknya pilihan platform legal yang menyediakan akses gratis dengan jeda iklan. Aplikasi seperti WeTV, iQIYI, dan Youku menjadi primadona karena menyediakan takarir ( subtitle ) bahasa Indonesia yang akurat. Apalagi platform seperti Vidio dan kanal resmi di YouTube juga mulai rutin mengunggah judul-judul populer yang bisa dinikmati tanpa biaya berlangganan, sehingga memberikan opsi hiburan yang sangat ramah di kantong.

Kepopuleran dracin juga tidak lepas dari strategi pemasaran melalui potongan adegan menarik di media sosial. Hal tersebut diakui oleh salah seorang penonton setia. “Saya suka melihat iklan dracin yang membuat penasaran di TikTok sehingga terdorong untuk menonton kelanjutan ceritanya,” ujarnya. Meski memiliki tantangan pada durasi total yang panjang, dracin tetap konsisten menjaga rasa penasaran penonton di setiap akhir tayangan. Dengan perpaduan visual yang menawan dan kemudahan akses, drama China kini resmi menjadi pilihan hiburan favorit masyarakat Indonesia di era digital.

Editor: Eti Kusmiati

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *