Kamera Fujifilm X-A3 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Purwokerto — Kamera Fujifilm X-A3 merupakan kamera mirrorless entry-level yang dirilis pada tahun 2016. Kamera ini ditujukan bagi pengguna pemula hingga penggemar fotografi kasual yang membutuhkan perangkat ringkas dengan sensor APS-C. Saat ini kamera tersebut sudah tidak diproduksi lagi. Meski begitu, perangkat ini masih cukup mudah ditemukan di pasar kamera bekas dengan harga sekitar 3 juta rupiah. Di tahun 2026, usia kamera ini sudah mencapai sekitar satu dekade sehingga muncul pertanyaan apakah kamera ini masih layak digunakan.
Dari sisi spesifikasi, Fujifilm X-A3 dibekali sensor APS-C 24,2 megapiksel yang masih mampu menghasilkan foto dengan detail cukup baik untuk kebutuhan dokumentasi, media sosial, maupun penggunaan sehari-hari. Kamera ini juga memiliki layar sentuh LCD yang dapat diputar hingga 180 derajat, sehingga memudahkan pengguna saat mengambil foto selfie atau membuat vlog sederhana. Selain itu, kamera ini dilengkapi fitur Wi-Fi yang memudahkan pemindahan foto ke smartphone.
Salah satu fitur yang menjadi ciri khas kamera ini adalah film simulation, yaitu pilihan karakter warna yang terinspirasi dari film analog. Beberapa film simulation yang tersedia pada Fujifilm X-A3 antara lain:





Fitur tersebut juga dirasakan manfaatnya oleh salah satu pengguna, Ikhya. Ia mengatakan bahwa film simulation pada Fujifilm X-A3 membantu mempermudah proses pengolahan foto. “Menurut saya film simulation di Fujifilm X-A3 cukup membantu karena warna fotonya sudah bagus langsung dari kamera. Jadi tidak perlu lagi mengedit foto di Photoshop atau Lightroom,” ujarnya.
Meski demikian, kamera ini memiliki beberapa keterbatasan jika dibandingkan dengan kamera keluaran terbaru. Fujifilm X-A3 belum mendukung perekaman video 4K dan masih terbatas pada resolusi Full HD. Sistem autofocus-nya juga masih lambat sehingga kurang optimal untuk memotret objek yang bergerak cepat. Selain itu, kamera ini masih menggunakan sensor Bayer, bukan sensor X-Trans yang menjadi ciri khas beberapa kamera Fujifilm lainnya. Kamera ini juga tidak memiliki colokan audio sehingga tidak dapat langsung dihubungkan dengan mikrofon eksternal.
Secara keseluruhan, meskipun telah berusia sekitar sepuluh tahun, Fujifilm X-A3 masih dapat digunakan untuk kebutuhan fotografi ringan hingga menengah. Kamera ini dinilai cukup memadai bagi pengguna yang mengutamakan kemudahan penggunaan serta karakter warna khas dari fitur film simulation yang menjadi ciri khas kamera Fujifilm. Namun, pengguna tetap perlu mempertimbangkan keterbatasan fitur yang dimiliki kamera ini jika dibandingkan dengan kamera keluaran terbaru.
Editor:
