
Sumber dokumen: falconpictures_
Purwokerto — Film Kang Mak from Pee Mak menjadi salah satu tontonan horor komedi yang terasa ringan, tetapi tetap menghibur. Diadaptasi dari film Thailand Pee Mak, cerita ini mengisahkan Kang Mak yang pulang dari peperangan dan kembali ke rumah untuk bertemu istrinya. Namun, kebahagiaan itu perlahan berubah menjadi kecurigaan ketika muncul dugaan bahwa istrinya bukan lagi manusia seperti dulu.
Sejak awal film, penonton sudah dapat merasakan bahwa suasana yang dibangun tidak sepenuhmya menegangkan. Terdapat beberapa momen menegangkan, tetapi disusul dengan adegan atau dialog yang mengundang gelak tawa. Perpaduan ini yang menurut saya menjadi kekuatan film tersebut. Unsur horor tetap terasa, tetapi tidak sampai membuat suasana menjadi terlalu gelap atau berat.
Kehadiran tokoh-tokoh pendukung juga menjadi nilai tambah. Interaksi mereka dengan Kang Mak sering memunculkan humor yang spontan dan tidak terkesan dipaksakan. Karena humor muncul dari situasi yang terjadi, penonton jadi lebih mudah menikmati alur cerita.
Jika dilihat dari segi keseimbangan, film ini cukup cermat mengatur ritme. Ketika suasana mulai terasa mencekam, tidak lama kemudian muncul adegan yang mencairkan ketegangan. Dengan demikian, penonton tidak merasa lelah karena terus-menerus dibuat tegang.
Salah satu penonton bernama Shinta, mengaku menikmati konsep horor komedi yang disajikan. Menurutnya, film ini tidak membuatnya terlalu takut, tetapi tetap memberi sensasi tegang yang pas. “Lucu, tapi tetap ada seremnya. Jadi nontonnya tidak hanya tertawa saja,” ujarnya setelah menonton film tersebut. Ia juga menilai bahwa versi Indonesia ini terasa lebih dekat dengan penonton karena gaya humornya lebih mudah dipahami.
Secara keseluruhan, film ini cocok bagi penonton yang ingin menikmati cerita seram tanpa harus takut secara berlebihan. Unsur tegangnya dapat, lucunya juga dapat.
Editor: Arsa Rahman H
