KKM Kesenian Maisadipta: Wadah Pelestarian Budaya Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang di Era Modern

KKM Kesenian Maisadipta Poltekkes Kemenkes Semarang (Sumber: Dokumentasi Pribadi Anggota)

Purbalingga – Di tengah arus modernisasi yang kian cepat, seni dan budaya tradisional menjadi pijakan penting untuk menjaga identitas bangsa. Berbagai kampus di Indonesia mulai menghidupkan kembali ruang-ruang ekspresi budaya sebagai sarana pembelajaran dan pelestarian nilai-nilai lokal. Salah satunya tampak di Poltekkes Kemenkes Semarang yang menghadirkan KKM Kesenian Maisadipta sebagai wadah mahasiswa untuk merawat tradisi melalui seni tari dan kesenian kentongan.

Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus 8 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga budaya lokal melalui keberadaan KKM Kesenian Maisadipta, sebuah komunitas seni mahasiswa yang bergerak di bidang tari tradisional, tari modern, dan kesenian kentongan. Komunitas ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri sekaligus melestarikan budaya Jawa di tengah tuntutan akademik yang padat.

Dibentuk sekitar tahun 2022, KKM Maisadipta berkembang sebagai kelompok yang aktif mengisi berbagai acara kampus seperti penyambutan tamu penting, kegiatan MABA, wisuda, hingga acara eksternal. Menurut Eka Septi Hardini atau yang kerap disapa Eka, salah satu anggota, komunitas ini rutin berlatih dua hingga tiga kali seminggu. “Latihan tari biasanya dilakukan di auditorium, sementara kentongan dilatih di Aula KBM karena membutuhkan ruang yang lebih luas,” jelasnya.

Kegiatan yang dikembangkan cukup beragam, mulai dari tari Gambyong, Golek, tari kreasi, tari modern, hingga musik sederhana sebagai pengiring. Selain dibimbing senior dan pelatih internal, KKM juga bekerja sama dengan sanggar tari Banyumas, komunitas seni kampus Poltekkes, serta pelatih kentongan dari komunitas lokal.

Latihan Rutin Tari KKM Kesenian Maisadipta Poltekkes Kemenkes Semarang (Sumber: Dokumentasi Pribadi Anggota)
Latihan Rutin Kentongan KKM Kesenian Maisadipta Poltekkes Kemenkes Semarang (Sumber: Dokumentasi Pribadi Anggota)

Poltekkes menilai pembentukan KKM Maisadipta penting sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa, sekaligus menjaga kedekatan generasi muda dengan budaya Indonesia. “Seni itu bahasa universal. Melalui praktik langsung, mahasiswa lebih mudah memahami nilai-nilai budaya,” ujar Eka.

Dalam upaya pelestarian budaya, komunitas ini terus menggabungkan unsur tradisional dengan kreativitas modern, termasuk mengolah ritme kentongan dengan pola kekinian dan menciptakan tari kreasi. Pelatihan rutin, lokakarya budaya, hingga dokumentasi pertunjukan menjadi bagian dari proses pembinaan yang dilakukan sepanjang tahun.

Dengan aktivitas yang konsisten, KKM Kesenian Maisadipta tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga sarana penting dalam menjaga identitas budaya di lingkungan kampus kesehatan. Mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan seni dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Hadirnya KKM Kesenian Maisadipta menunjukkan bahwa pelestarian seni dan budaya tidak hanya dapat dilakukan melalui lembaga kebudayaan, tetapi juga melalui komunitas mahasiswa yang bergerak dengan kesadaran dan kreativitas. Di tengah derasnya arus modernisasi, upaya ini menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki komitmen kuat untuk menjaga identitas budaya Indonesia.

Editor: Rizki Wahyu Aulia Nisa

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *