Edukasi Jadi Kunci Membangun Kesadaran Kesehatan Gigi Masyarakat

Foto: Dok.pribadi by Veifira Vianisa Fauziany

Purwokerto – Di balik senyum sehat yang sering kita lihat, terdapat perjuangan panjang seorang tenaga medis yang terus berupaya mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Salah satunya adalah drg. Veifira Vianisa Fauziany, dokter gigi muda yang meyakini bahwa edukasi merupakan kunci utama dalam membangun kesadaran kesehatan di Indonesia.

Menurut drg. Veifira, tantangan terbesar bukan hanya menangani pasien di kursi praktik, tetapi juga menghadapi mitos serta kebiasaan lama yang telah mengakar dalam budaya masyarakat. “Masih banyak yang percaya bahwa karang gigi bisa hilang hanya dengan menyikat gigi, atau gigi rusak pasti harus dicabut. Padahal, tidak semuanya seperti itu,” ujarnya. Oleh karena itu, ia aktif memberikan edukasi baik secara langsung kepada pasien maupun melalui media sosial agar pesan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak orang.

Perjalanannya memilih profesi dokter gigi berawal dari pandangan realistis mengenai kebutuhan tenaga medis di Indonesia. Ia menilai jumlah dokter gigi masih sangat terbatas, terutama di wilayah pelosok. “Profesi ini memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat. Indonesia masih sangat membutuhkan dokter gigi, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau,” jelasnya.

drg. Veifira juga menekankan pentingnya perawatan gigi sejak usia dini. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sejak gigi pertama tumbuh. “Seringkali orang tua mengabaikan hal itu hingga akhirnya gigi anak rusak dan menghitam. Padahal, sakit gigi pada anak dapat memengaruhi nafsu makan dan berujung terhadap risiko stunting,” tuturnya.

Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika berhasil mengubah kebiasaan pasien yang awalnya tidak mengetahui cara menyikat gigi dengan benar. “Banyak pasien dari kalangan menengah ke bawah yang kurang paham. Setelah saya edukasi dan mereka menerapkannya selama tiga sampai empat minggu, hasilnya luar biasa. Gigi mereka menjadi lebih bersih dan mereka semakin bersemangat menjaga kebersihan mulut. Itu sangat memuaskan bagi saya,” katanya.

Menurutnya, masyarakat sebenarnya tidak menyepelekan kesehatan gigi. Hanya saja, sebagian besar masih takut dengan biaya perawatan yang dianggap mahal jika tidak ditanggung BPJS. Di sinilah peran dokter gigi dibutuhkan—tidak hanya sebagai tenaga medis, tetapi juga sebagai pendidik yang sabar serta empatik.

Untuk terus memberikan pelayanan terbaik, drg. Veifira rutin mengikuti seminar dan pelatihan terbaru di bidang kedokteran gigi, terutama yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. “Mengikuti perkembangan ilmu merupakan hal penting. Pasien sekarang semakin sadar, jadi kita juga harus terus belajar,” ungkapnya.

Melalui dedikasi dan semangat yang tinggi, drg. Veifira membuktikan bahwa profesi dokter gigi bukan sekadar tentang estetika atau pengobatan, melainkan tentang membangun kebiasaan hidup sehat serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap, ke depannya semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa senyum sehat berawal dari pengetahuan dan kepedulian terhadap diri sendiri.

Editor: Indri Kumala

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *