Purwokerto — Bulan Ramadan adalah bulan mulia yang senantiasa ditunggu kehadirannya, serta identik dengan ibadah puasa dan salat tarawih. Bulan Ramadan tidak serta-merta menghentikan perkuliahan. Bagi mahasiswa jadwal kuliah tetap berjalan, tugas, hingga kegiatan organisasi. Di sisi lain, mahasiswa juga ingin memaksimalkan ibadah, mulai dari salat tarawih, tadarus, hingga bangun sahur tepat waktu. Ramadan pun menjadi momen yang menantang bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam mengatur waktu.
Sakhi (19) mahasiswa semester empat, mengaku sempat mengalami kesulitan ketika mengatur waktu untuk mengerjakan tugas dan ibadah. “Awalnya saya tetap mengerjakan tugas seperti biasa di malam hari. Tapi setelah bulan Ramadan itu tertabrak waktunya dengan salat tarawih. Untungnya saya sudah mulai membuat jadwal dan membagi tugas berdasarkan tingkat urgensinya. Dengan begitu, saya bisa tetap fokus kuliah dan beribadah di bulan Ramadan,” ujarnya.
Menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan ibadah juga menjadi perhatian mahasiswa. Ibadah tidak lagi dipandang sebagai beban tambahan, melainkan bagian dari pengelolaan waktu sehari-hari. Mengatur waktu dan energi adalah kunci agar tetap produktif di bulan Ramadan. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan mahasiswa, agar tetap produktif tanpa mengurangi kualitas ibadah dan tugas yang menumpuk.
1. Memanfaatkan Waktu Emas Setelah Sahur
Ahli Endoskopi Gastrointenstinal (FKUI) Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, menjelaskan seseorang yang langsung tidur usai sahur bisa berbahaya untuk kesehatannya. Kebiasaan yang salah menyebabkan asam lambung balik arah kembali ke kerongkongan, sehingga bisa memperburuk saluran cerna. Daripada kembali tidur, mahasiswa dapat memanfaatkan momen ini untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti menyusun makalah, membaca jurnal, atau belajar materi yang cukup berat. Sehingga tugas tidak hanya dikerjakan pada malam hari.
2. Membuat Skala Prioritas dan Jadwal Harian
Tugas yang menumpuk sering kali terasa berat. Oleh karena itu, membuat skala prioritas menjadi langkah penting. Mahasiswa dapat mencatat tugas berdasarkan tingkat kesulitan dan tenggat waktu, lalu mengerjakannya satu per satu.
3. Memaksimalkan Waktu
Di sela-sela kesibukan kuliah, sering ada waktu jeda yang tanpa sadar terbuang, seperti menunggu kelas dimulai atau waktu sebelum berbuka puasa. Momen singkat ini bisa dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, seperti membaca ulang catatan, menyelesaikan tugas ringan, atau tadarus beberapa halaman Al-Qur’an.
4. Menjaga Kesehatan dan Istirahat yang Cukup
Menjaga pola istirahat menjadi bagian penting dari manajemen waktu selama Ramadan. Mahasiswa dapat mengusahakan tidur lebih awal di malam hari serta melakukan istirahat singkat sekitar 20–30 menit di siang hari jika memungkinkan. Selain itu, memperhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka juga membantu menjaga energi selama berpuasa.
Pada akhirnya, produktif di bulan Ramadan bukan suatu hal yang sulit dilakukan. Justru dengan memberi tubuh waktu untuk beristirahat dan menjaga kesehatan, mahasiswa dapat menjalani kuliah, mengerjakan tugas, dan ibadah dengan lebih seimbang dan berkualitas.
