Lari Di Bulan Ramadan? Dokter Tirta Sarankan Waktu Yang Tepat Agar Tidak Ganggu Puasa

Purwokerto—Berolahraga saat berpuasa kerap menimbulakan pertanyaan di kalangan Masyarakat yang ingin tetap menjaga kebugaran. Di sisi lain, muncul kekhawatiran olahraga dapat menyebabkan lemas, dehidrasi, bahkan mengganggu kelancaran puasa. Menjawab hal tersebut, Dr. Tirta menyarankan olahraga yang tepat melalui video bertajuk #suaratirta MENYAMBUT BULAN SUCI DENGAN MITOS & FAKTA KESEHATAN.

Dalam penjelasannya, Dokter Tirta menegaskan bahwa olahraga tetap boleh dilakukan saat puasa termasuk lari, selama memperhatikan waktu dan intensitasnya. Ia menyebutkan bahwa ada tiga waktu yang disarankan agar aktivitas fisik tidak mengganggu kondisi tubuh maupun ibadah. Pertama adalah menjelang waktu berbuka puasa. Pada waktu tersebut, olahraga ringan hingga sedang masih dapat dilakukan, tetapi karena kadar gula darah cenderung menurun, intensitas latihan sebaiknya tidak terlalu berat untuk menghindari pusing atau kelelahan berlebih.

Kedua, setelah berbuka puasa atau setelah salat tarawih, waktu ini dianggap lebih ideal karena tubuh sudah mendapatkan asupan cairan dan energi sehingga kondisi fisik menjadi lebih stabil. dengan demikian, olahraga ringan hingga sedang dapat dilakukan tanpa terlalu memengaruhi stamina keesokan harinya. Ketiga, sebelum sahur atau pada pagi hari, olahraga ringan juga diperbolehkan, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa berlatih, karena energi dari makanan sahur nantinya dapat membantu proses pemulihan tubuh. Meski demikian, durasi latihan tetap disarankan singkat agar tidak memicu dehidrasi selama menjalani puasa seharian.

Selain pemilihan waktu, Dokter Tirta juga menekankan pentingnya mengatur intensitas. Selama Ramadan, olahraga sebaiknya difokuskan untuk menjaga kebugaran atau maintain, bukan mengejar performa maksimal. Latihan berat dengan intensitas tinggi di siang hari tidak dianjurkan karena berisiko menyebabkan dehidrasi dan kelelahan.

Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk edukasi kesehatan kepada masyarakat agar tetap aktif tanpa mengabaikan kondisi tubuh, mengingat secara medis tubuh yang berpuasa mengalami perubahan metabolisme, termasuk penurunan kadar gula darah dan cairan. Oleh karena itu, pemilihan waktu yang tepat menjadi kunci agar olahraga tetap memberikan manfaat tanpa membahayakan kesehatan. Dengan memahami panduan tersebut, masyarakat dapat tetap berlari atau berolahraga selama Ramadan secara aman dan terukur, sehingga kebugaran tetap terjaga tanpa mengganggu kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa.

Editor: Yon Hearify

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *