
Purwokerto, 27 November 2025 — Perkembangan bahasa gaul di kalangan generasi muda kembali menghadirkan istilah baru yang menarik perhatian. Salah satu istilah yang menonjol pada tahun 2025 adalah “stecu”. Istilah ini merupakan bentuk pemendekan dari frasa “stelan cuek”, yang merujuk pada gaya atau sikap seseorang yang tampak acuh, meskipun sebenarnya tetap memperhatikan keadaan di sekitarnya.
Kata “stecu” banyak digunakan dalam unggahan di TikTok, terutama pada konten bertema pertemanan maupun percintaan. Melalui potongan video yang menampilkan ekspresi pura-pura tidak peduli, istilah ini memperoleh popularitas sebagai ungkapan yang dianggap sesuai dengan dinamika sosial generasi muda. Penggunaannya pun meluas ke percakapan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di ruang digital lainnya.
Dari sudut pandang kebahasaan, “stecu” menunjukkan adanya kreativitas berbahasa yang kerap muncul dari komunitas media sosial. Proses pemendekan fonetik dari frasa “stelan cuek” menjadi satu kata yang lebih ringkas menunjukkan bagaimana generasi muda membentuk simbol-simbol verbal baru untuk mengekspresikan sikap tertentu. Bentuknya yang singkat dan mudah diucapkan membuat istilah ini cepat diingat, mudah digunakan, serta efektif sebagai penanda situasi sosial tanpa penjelasan panjang.
Unggahan yang menampilkan perilaku “stecu” dengan latar lagu yang sedang viral mempercepat penyebarannya dan menjadikan istilah tersebut sebagai bagian dari humor serta interaksi sehari-hari. Kata ini bukan hanya sekadar ungkapan sikap, tetapi juga berfungsi sebagai kode sosial yang dipahami bersama oleh komunitas pengguna media sosial.
Afifah, salah satu mahasiswa, menilai bahwa “stecu” hadir sebagai bentuk ekspresi yang lebih ringkas dan langsung sasaran. “Kalau melihat teman atau konten yang gayanya tampak cuek padahal perhatian, saya menyebutnya ‘stecu’. Lebih cepat dan langsung mengenai maksudnya,” ujarnya.
Kemunculan dan perkembangan kata “stecu” menunjukkan bahwa bahasa selalu bergerak mengikuti kebutuhan penuturnya. Berawal dari tren musik dan konten viral, istilah ini kini menjadi bagian dari perbendaharaan ekspresi generasi muda yang sederhana, ekspresif, serta mencerminkan dinamika komunikasi modern yang dibentuk oleh media sosial.
Editor: Eti Kusmiati
