PURWOKERTO — Istilah “salting” tengah populer di TikTok dan Instagram sebagai ungkapan ketika seseorang merasa malu, canggung, atau salah tingkah dalam situasi tertentu. Menurut KBBI, salting merupakan akronim dari “salah tingkah”, yaitu keadaan ketika seseorang bertingkah tidak seperti biasanya karena merasa kikuk. Istilah ini sebenarnya sudah dikenal sejak awal 2000-an, terutama di kalangan remaja pengguna internet, namun kembali naik daun setelah media sosial menjadi ruang utama ekspresi generasi muda.
Fenomena ini berkembang dari kebiasaan komunikasi remaja di dunia digital. Mereka memilih menggunakan kata “salting” karena terasa lebih ringan, cepat dipahami, dan cocok dengan gaya interaksi media sosial yang serba singkat. Banyak konten komedi, cerita percintaan remaja, hingga video reaksi yang memakai istilah ini untuk menggambarkan rasa gugup atau tidak percaya diri. Menurut Amel, salah satu pengguna istilah tersebut, “Saya menggunakan kata salting karena istilah ini terasa lebih praktis dan mampu menggambarkan perasaan canggung secara lebih jelas.”
Media sosial kini menjadi salah satu ruang utama dalam membentuk kosakata baru yang kemudian menyebar luas ke percakapan sehari-hari. Istilah “salting” juga mulai digunakan tidak hanya dalam konteks romantis, tetapi juga saat bertemu orang baru, dipuji, atau berada dalam situasi yang memicu rasa kikuk.
Fenomena ini diperkirakan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan generasi muda. Keberadaan istilah seperti “salting” memperlihatkan bahwa bahasa Indonesia bersifat dinamis dan terus menyesuaikan diri dengan budaya digital yang berkembang cepat.
Editor: Iin Insyiroh
