Normalisasi Bahasa Kasar di Kalangan Anak Muda: Ekspresi Gaya atau Luntur Etika Berbahasa

Bahasa kasar semakin menonjol dalam komunikasi anak muda, terutama di media sosial dan ruang percakapan sehari-hari. Kata yang dulunya identik dengan emosi negatif kini hadir dalam obrolan santai, komentar daring, dan konten hiburan. Pergeseran ini memperlihatkan perubahan sikap berbahasa yang cukup signifikan.

Perkembangan teknologi dan intensitas penggunaan platform digital menjadi salah satu pemicunya. Ruang komunikasi yang cepat dan terbuka mempermudah penyebaran gaya tutur baru. Banyak pengguna meniru bahasa yang mereka temui tanpa mempertimbangkan konteks dan dampak sosialnya. Kebiasaan tersebut kemudian terbawa ke interaksi langsung dan memengaruhi cara anak muda berkomunikasi di luar ruang digital.

Namun normalisasi ini memunculkan konsekuensi. Bahasa kasar yang awalnya hanya berada di lingkup pertemanan kini kerap terdengar di lingkungan pendidikan, komunitas formal, bahkan layanan publik. Hal ini menandakan adanya penipisan batas antara bahasa santai dan bahasa sopan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengaburkan nilai kesantunan yang menjadi dasar etika komunikasi.

Kritik muncul karena penggunaan makian yang dianggap biasa justru berpotensi menormalisasi agresivitas verbal. Bahasa yang dipakai sebagai candaan dapat berubah menjadi pemicu konflik ketika konteks berubah. Tanpa kontrol, pengguna bahasa dapat kehilangan kepekaan dalam memilih kata dan gagal memahami posisi lawan tutur.

Fenomena ini menuntut peningkatan kesadaran bahasa. Anak muda perlu mampu membedakan mana bahasa untuk ruang informal dan mana yang layak digunakan pada situasi resmi. Literasi konteks menjadi penting agar kebebasan berekspresi tetap sejalan dengan etika sosial.

Jika tren ini terus berlangsung tanpa pengendalian, nilai kesopanan berbahasa berisiko terkikis. Pertanyaan yang muncul bukan lagi sekadar bahasa kasar boleh atau tidak, tetapi apakah masyarakat siap menghadapi konsekuensi komunikasi tanpa batas etika?

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *