Sumber: Dokumen Pribadi
PURWOKERTO – Konten clay AI hadir sebagai angin segar di tengah maraknya penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan. Artificial Intelligence (AI) menawarkan berbagai kemudahan yang memungkinkan penggunanya berkreasi secara lebih luas. Namun, penggunaan yang tidak bijak kerap menimbulkan kebingungan dan bahkan memicu penyebaran informasi palsu.
Di sisi lain, munculnya konten edukatif bergaya clay memberikan alternatif positif bagi masyarakat. Dengan tampilan animasi yang menarik, unik, dan mudah dipahami, konten tersebut menjadi sarana penyampaian informasi yang efektif, terutama bagi kalangan remaja.
Media Edukasi & Literasi Digital Baru
Menurut sebuah artikel ilmiah, video animasi berbasis AI terbukti efektif sebagai media pembelajaran karena mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa. Animasi clay yang menarik dan mudah diikuti dapat menjadi alternatif dari teks bacaan yang panjang dan membosankan.
Konten visual semacam ini mempermudah penyampaian konsep yang kompleks. Siswa menjadi lebih terbantu dalam memahami ide-ide abstrak melalui representasi visual yang sederhana. Dengan dukungan teknologi AI, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai kreator. Mereka dapat belajar membuat animasi, mempelajari perangkat digital, serta mengembangkan keterampilan visual dan kreativitas.
Mengapa Clay AI Banyak Diminati dan Tidak Membuat Bosan?
- Aksesibilitas tinggi: Tools animasi AI semakin mudah digunakan, tidak perlu software mahal atau keahlian khusus. Ini memungkinkan pelajar membuat animasi sendiri tanpa modal besar. Banyak platform generative AI mendukung pembuatan video/animasi secara cepat.
- Visual menarik dan menyenangkan: Animasi, apalagi dengan gaya clay atau karakter visual unik, menawarkan tampilan menarik yang berbeda dari konten teks biasa. Hal ini cocok dengan karakter remaja yang terbiasa konsumsi konten digital singkat, visual, dan kreatif.
- Edukatif dan kreatif : Animasi AI bisa digunakan bukan hanya untuk hiburan, tapi juga untuk menyampaikan cerita, informasi, nilai moral atau edukasi, membuat literasi terasa lebih hidup dan relevan.
- Meningkatkan literasi digital & kreativitas: Dengan membuat animasi sendiri, remaja belajar memakai tools digital, mengolah ide, merancang visual, sekaligus mengasah kreativitas dan imajinasi. Studi tentang animasi AI dalam pendidikan menunjukkan bahwa media ini bisa meningkatkan motivasi dan kreativitas siswa.
Tantangan Pengunaan AI
Meskipun menawarkan banyak peluang, penggunaan animasi berbasis AI tetap membutuhkan literasi yang memadai, tidak hanya literasi teknis, tetapi juga literasi media. Pengguna perlu mampu membedakan jenis konten, memahami sumber dan konteks informasi, serta menyadari keterbatasan teknologi AI dalam menghasilkan materi visual maupun naratif.
Walaupun sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar menggunakan video animasi berbasis AI setara dengan video tradisional dalam hal retensi pengetahuan, beberapa studi juga menemukan bahwa video buatan manusia masih dianggap memiliki sedikit keunggulan dalam pengalaman belajar subjektif. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi AI dapat menjadi pendukung pembelajaran, tetapi belum sepenuhnya menggantikan sentuhan kreatif manusia dalam proses penyampaian materi.
Editor: Linta Nisa Rofiqoh
