30 Lukisan Hidupkan Babad Banyumas: Generasi Z Terpikat Sastra Leluhur di Hetero Space

Dokumetasi: elemen google

Purwokerto – Pameran “Sastra Rupa: Babad Banyumas” sukses menghidupkan kembali narasi sejarah lokal melalui 30 lukisan karya 30 pelukis Ikatan Pelukis Banyumas (IPB), mengadaptasi kisah Babad Banyumas dari lebih 100 versi naskah klasik menjadi visual seni rupa yang memikat. Diselenggarakan di Aula Hetero Space, Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 67, Purwokerto, acara ini dibuka langsung Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dengan pengarah kreatif Nasirun (Nassirun) dan dukungan Wakil Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB) Dodit Bambang Widodo. Berlangsung 22–26 Oktober 2025 selama lima hari, pameran gratis ini menawarkan tur filosofi lukisan, penampilan tarian, teater, serta live music untuk tarik pengunjung lintas generasi.

Mengantisipasi menurunnya minat generasi muda terhadap sastra tradisional di era digital, pameran ini berfungsi sebagai media edukasi visual yang jembatani sejarah leluhur Banyumas dengan penikmat seni kontemporer. Setiap lukisan merepresentasikan peristiwa krusial Babad Banyumas, seperti asal-usul kerajaan dan nilai egaliter penginyongan, disajikan dalam gaya beragam dari realis hingga abstrak. Bupati Sadewo Tri Lastiono dalam sambutannya memuji inisiatif IPB sebagai upaya kreatif pelestarian identitas budaya, sejalan dengan rangkaian Banyumas Aesthetic Soetedja yang terinspirasi pameran serupa sejak 2019.

Proses panjang persiapan melibatkan kolaborasi intensif pelukis IPB dalam menggali naskah babad, menghasilkan karya yang tak hanya estetis tapi juga naratif mendalam untuk tingkatkan literasi budaya. Pembukaan ditandai pemotongan tumpeng dan pita, diikuti diskusi yang usulkan pajangan permanen di Kota Lama Banyumas guna keberlanjutan dampak edukatif. Dodit Bambang Widodo menegaskan, inisiatif ini perkuat peran seniman lokal sebagai penjaga ingatan kolektif bangsa.

Pameran ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Purwokerto, termasuk pelajar dan budayawan, membuktikan seni rupa efektif hidupkan sastra klasik di tengah gempuran konten digital. Sebagai bagian dinamika sastra budaya Banyumas, acara serupa diharapkan berlanjut mendukung ekosistem kreatif daerah. IPB berkomitmen terus inovasi agar warisan Babad Banyumas relevan bagi generasi mendatang.

Editor: Silmi Nafi Kholisoh

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *