Akupunktur, Pengobatan Tradisional Cina yang Kini Diakui Dunia Medis

Sumber: Narasumber

Purbalingga — Akupunktur merupakan metode pengobatan tradisional asal Tiongkok yang kini telah terbukti secara ilmiah oleh dunia medis. Akupunktur bekerja dengan merangsang pelepasan zat kimia alami seperti endorfin dan serotonin yang berfungsi meredakan nyeri, stress, dan peradangan, sekaligus membantu menyeimbangkan energi dalam tubuh.

Elfa Sari Pambayun, seorang praktisi akupunktur menjelaskan bahwa penusukan jarum pada titik-titik tertentu dapat merangsang sistem saraf sehingga membantu mengembalikan keseimbangan tubuh dan mempercepat proses penyembuhan alami.

Awalnya, akupunktur di Tiongkok dilakukan secara tradisional menggunakan jarum dari bambu atau logam yang disterilkan secara manual. Seiring perkembangan zaman, teknik ini terus berkembang menggunakan peralatan yang lebih higienis dan pendekatan medis yang teruji. Dalam tubuh manusia terdapat lebih dari 300 titik akupunktur yang tersebar di berbagai bagian, seperti tangan, kaki, kepala, punggung, hingga perut. Setiap titik terhubung dengan saraf dan pembuluh darah, sehingga saat dirangsang menggunakan jarum akupunktur, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak untuk memicu proses penyembuhan alami.

“Tubuh manusia memiliki kemampuan alami untuk mengenali masalahnya sendiri. Saat mendapat rangsangan dari jarum akupunktur, otak akan mendeteksi bagian yang bermasalah dan memproduksi zat yang dibutuhkan untuk pemulihan, seperti kalsium atau pelumas sendi pada kasus nyeri lutut,” jelas Pambayun.

Secara filosofis, akupunktur berlandaskan pada prinsip yin dan yang, yakni keseimbangan antara dua energi yang berlawanan dalam tubuh. Menurut Pambayun, kesehatan seseorang tercapai ketika keseimbangan tersebut terjaga. “Ketika panas meningkat dan dingin menurun, tubuh menjadi tidak seimbang sehingga muncul penyakit. Akupunktur berperan mengembalikan keseimbangan unsur-unsur itu,” ujarnya.

Akupunktur terbukti efektif untuk meredakan berbagai jenis nyeri, seperti dari nyeri pinggang, lutut, bahu, hingga sakit kepala akibat migrain dan vertigo. Akupunktur ini dapat membantu bagi penderita hipertensi karena dapat menurunkan tekanan darah dan melancarkan peredaran darah. Meski demikian, hasil terapi bergantung pada kondisi serta gaya hidup pasien. Untuk kasus seperti kolesterol atau asam urat tinggi, akupunktur dapat membantu, namun tetap perlu diimbangi dengan pola makan dan gaya hidup sehat.

Dari segi keamanan, Pambayun menyebut akupunktur sebagai metode yang lebih aman dibandingkan penggunaan obat pereda nyeri kimiawi karena tidak memiliki efek samping berat. Efek ringan yang mungkin muncul biasanya berupa rasa pegal atau sedikit lebam di area penusukan, namun kondisi tersebut bersifat sementara dan tidak berbahaya. Lebam dapat hilang dalam satu hingga dua hari dan dapat diatasi dengan kompres air hangat.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih terapis. Menurutnya, saat ini masih banyak praktisi yang belum memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang akupunktur. “Untuk menjadi praktisi akupunktur yang berizin, seseorang harus menempuh pendidikan minimal tiga tahun dan lulus program diploma tiga. Jangan mudah percaya pada terapis yang hanya mengikuti kursus singkat,” tegas Pambayun.

Selain itu, Pambayun menekankan pentingnya penerapan standar kebersihan dalam praktik akupunktur. Setiap jarum harus digunakan sekali pakai atau disterilkan dengan alat medis khusus sebelum digunakan kembali. “Kami menerapkan prinsip yang sama seperti dalam dunia medis modern. Tidak boleh ada alat yang digunakan bergantian antarpasien tanpa proses sterilisasi,” ujarnya.

Pambayun mengajak masyarakat untuk tidak ragu mencoba terapi akupunktur. Ia menegaskan bahwa metode ini aman, alami, dan telah terbukti mampu membantu tubuh menyembuhkan dirinya sendiri. “Akupunktur itu bukan sihir atau mitos, melainkan ilmu yang telah terbukti secara ilmiah dan menjadi bagian dari dunia medis modern,” pungkasnya.

Editor: Rizqi Khoirunnisaa Afriana

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *