Purwokerto — Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Glempang, Kecamatan Pekuncen, telah meluncurkan program literasi digital terintegrasi bernama GLEMSABACA. Program ini diwujudkan melalui sebuah microsite khusus, https://s.id/glemsabaca, yang berfungsi sebagai gerbang utama bagi siswa untuk mengakses berbagai sumber literasi digital dan alat bantu pembelajaran bahasa.
Program ini tidak hanya berfokus pada kuantitas membaca. Siswa didorong untuk menjadi pembaca yang kritis dengan mengintegrasikan kegiatan membaca ke dalam kompetensi pembelajaran bahasa. Informasi mendetail mengenai program ini dipublikasikan pada 19 Juni 2025 melalui akun Instagram resmi sekolah, @sdn1glempang.
Sebelum resmi berjalan, pihak sekolah secara proaktif mengadakan sesi pembimbingan khusus bagi perwakilan wali murid untuk memastikan dukungan maksimal di rumah, mengingat program ini berbasis digital.
Microsite ini menawarkan akses terpadu ke berbagai sumber, termasuk Buku Pelajaran Kurikulum Merdeka, Let’s Read, Buku Digital Kemdikbud, hingga KBBI daring untuk penguatan kosakata. Inti dari program GLEMSABACA terletak pada tugas Refleksi Glemsa Baca. Setelah membaca minimal dua kali seminggu, siswa wajib mengisi formulir refleksi yang secara spesifik menanyakan judul buku dan nama penulis (melatih identifikasi sumber), serta pesan moral atau amanat (melatih kemampuan analisis wacana, pemahaman nilai, dan keterampilan menulis). Tuntutan untuk menuliskan pesan moral ini melatih siswa menyarikan esensi teks dan mengaitkan nilai-nilai yang terkandung dalam bacaan.
Sistem reward diterapkan melalui Jurnal Glemsa Baca, di mana setiap refleksi yang diisi menghasilkan satu bintang. Siswa dengan refleksi terbanyak setiap bulan akan mendapatkan apresiasi berupa piala bergilir dan piagam penghargaan dari kepala sekolah.
Dengan sistem terpadu ini, SDN 1 Glempang memastikan bahwa GLEMSABACA menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan keterampilan membaca yang kritis, yang merupakan fondasi kuat bagi pembelajaran bahasa.
Editor: Artika Sari Dewi
