Cirebon — Banjir kembali merendam wilayah Desa Gamel, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut. Sejumlah warga, termasuk anak-anak, terlihat harus berjalan menembus genangan air yang cukup tinggi untuk beraktivitas.
Banjir ini disebut bukan kejadian yang pertama. Warga mengungkapkan bahwa setiap tahun, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, wilayah ini hampir selalu terdampak banjir. Air dengan cepat menggenangi permukiman dan fasilitas umum.
Salah satu warga, Kadmino, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan air kiriman dari sungai. Menurutnya, air sungai sering meluap dan bahkan merembes dari bawah tanah ke permukaan. “Airnya seperti naik dari bawah ke atas, merembes ke tanah. Ditambah lagi di sini tidak ada selokan yang memadai untuk mengalirkan air,” ujarnya.
Kondisi tersebut memperparah situasi ketika hujan deras turun dalam waktu lama. Minimnya sistem drainase membuat air tidak dapat surut sehingga menggenangi jalan dan rumah warga.
Banjir tidak hanya melanda Desa Gamel, tetapi juga merendam desa tetangga, yaitu Desa Sarabau. Warga di kedua desa berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian dan solusi agar persoalan banjir yang terus berulang setiap tahun dapat teratasi.
Hingga saat ini, warga masih waspada jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi karena banjir dapat datang dengan cepat dan merendam wilayah mereka dalam waktu singkat.
Editor: Muhammad Faqih Yahya
