Buah potong kian menjadi primadona takjil di bulan Ramadan. Kesegarannya setelah seharian berpuasa menjadikan menu ini banyak diburu masyarakat menjelang waktu berbuka. Potongan semangka merah segar, melon manis, nanas, pepaya, hingga campuran buah dalam cup bening tertata rapi di atas meja. Warna-warni buah yang menggoda selera menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengendara yang melintas.
Tak hanya menyegarkan, buah potong dinilai lebih praktis dan sehat dibandingkan takjil lain yang cenderung berminyak atau terlalu manis. Kandungan air dan vitamin di dalam buah membantu mengembalikan cairan tubuh setelah berpuasa seharian. Harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp15.000, tergantung variasi buah dan ukuran kemasan.

Ayu Apriati, salah satu penjual buah potong yang baru pertama kali berjualan secara mandiri di Ramadan tahun ini, mengungkapkan bahwa minat pembeli cukup tinggi sejak hari pertama puasa. “Buah potong memang selalu dicari saat Ramadan. Banyak yang bilang lebih segar dan ringan untuk berbuka,” ujarnya saat ditemui.
Menurutnya, jenis buah yang paling cepat terjual adalah semangka dan melon karena rasa manis dan kandungan airnya yang tinggi. Selain dijual satuan, buah juga dikemas dalam bentuk campuran agar lebih variatif. “Biasanya pembeli suka yang mix, karena bisa dapat beberapa rasa dalam satu cup,” tambahnya.
Dari sisi kesehatan, buah potong juga menjadi alternatif takjil yang lebih ringan dibanding gorengan atau makanan tinggi gula. Kandungan vitamin dan air dalam buah membantu mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa.
Dari sisi usaha, penjualan buah potong dinilai fleksibel karena bisa dilakukan dengan modal yang tidak terlalu besar serta peralatan sederhana. Menurut Ayu, menjaga kualitas dan kebersihan menjadi kunci utama agar pembeli kembali. Ia menggunakan sarung tangan saat memotong buah dan menyimpan dagangan dalam wadah tertutup agar tetap segar. “Kalau buahnya segar dan tampilannya menarik, pembeli biasanya balik lagi. Apalagi kalau rasanya manis,” katanya.
Selain berjualan langsung di lapak, Ayu juga memanfaatkan media sosial untuk promosi. Ia mengunggah foto dagangan dan membuka sistem pre-order agar pembeli bisa memesan sebelum waktu berbuka. Strategi tersebut cukup efektif menarik pelanggan dari lingkungan sekitar.
Dengan tren permintaan yang stabil setiap Ramadan, buah potong tak sekadar menjadi menu pelengkap berbuka, tetapi juga peluang usaha musiman yang menjanjikan. Kesegarannya di meja takjil seolah menjadi simbol sederhana bahwa berbuka tak harus berlebihan, cukup yang manis dan menyejukkan.
Editor: Tsania Kasyifa Rizqi
