Purwokerto—Tradisi buka puasa gratis di sejumlah masjid di Purwokerto dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai strategi jitu menekan pengeluaran selama Ramadan. Bagi sebagian mahasiswa yang merantau, program berbagi takjil dan nasi kotak menjadi solusi untuk menjaga kondisi keuangan tetap stabil hingga akhir bulan.
Yuni, mahasiswi semester empat, mengaku awalnya tidak merencanakan untuk selalu ikut berbuka gratis. Namun, akhirnya ia menyetujui ajakan temannya untuk berbuka di masjid yang menyediakan makanan gratis.
“Berbuka gratis di masjid ternyata sangat menghemat biaya makan. Saya bahkan tidak mengeluarkan uang untuk berbuka,” ujarnya.
Informasi mengenai masjid-masjid yang menyediakan makanan berat itu ia dapatkan dari teman atau grup Whatsapp. Masjid yang sudah pernah ia datangi yaitu Masjid Fatimatuzzahra dan Masjid Jami’ 17 Purwokerto. Ia rutin mendatangi masjid yang menyediakan menu berbuka gratis tersebut.
Berbuka puasa gratis bukan semata-mata soal mengurangi biaya makan, tetapi bagian dari strategi bertahan sebagai anak kos. Dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara wajar dan tetap menjaga etika, Ramadan dinilai menjadi bulan yang tidak hanya penuh berkah, tetapi juga lebih ramah bagi dompet mahasiswa.
Editor: Risma Tri Nurhana
