Fashion ‘Anak FIB Banget’: Kebaya Modern dan Batik sebagai Identitas Mahasiswa FIB Unsoed

Purwokerto, 27 November 2025 — Pemandangan unik terlihat hampir setiap hari di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman. Di antara hiruk pikuk aktivitas perkuliahan, tampak mahasiswa yang mengenakan kebaya modern dan batik dengan gaya yang tidak kalah modis dari tren fashion masa kini. Perpaduan tradisi dan modernitas ini telah menjadi ciri khas yang mudah dikenali sebagai “gaya anak FIB banget.”

Mahasiswa FIB dikenal memiliki kedekatan dengan nilai budaya, sehingga ekspresi mereka tidak hanya terlihat dari materi kuliah yang dipelajari, tetapi juga melalui pilihan busana. Banyak mahasiswa perempuan memilih kebaya modern sebagai outfit harian, memadukannya dengan rok batik, celana kulot, hingga sneakers untuk memberi kesan lebih santai. Sementara itu, mahasiswa lainnya sering terlihat mengenakan outer batik, kemeja batik berpotongan simpel, atau rok lilit yang diadaptasi menjadi fashion kasual yang tetap nyaman digunakan sepanjang hari.

Salah satu mahasiswa FIB, Luna (19), mengungkapkan bahwa kebaya dan batik terasa nyaman sekaligus membangun citra diri sebagai mahasiswa budaya. “Menurut saya, pakaian tradisional seperti kebaya dan batik itu bikin lebih percaya diri. Selain sopan, rasanya juga jadi lebih mencerminkan jurusan kami,” tuturnya. Mahasiswa lain, Naila (19), menambahkan bahwa gaya tersebut bukan hanya tren, melainkan bentuk penghargaan terhadap budaya. “Kami ingin terlihat modern tanpa meninggalkan akar budaya. Kebaya modern dan batik itu pas banget untuk menunjukkan siapa kami sebagai anak FIB,” ujarnya.

Penggunaan kebaya dan batik ini menciptakan suasana yang berbeda dibandingkan fakultas lain. Koridor FIB tampak seperti ruang yang memadukan unsur akademik dan nuansa budaya. Mahasiswa mengakui bahwa memilih pakaian bernuansa tradisional membuat mereka merasa lebih terhubung dengan identitas budaya yang menjadi fokus pembelajaran mereka. Selain itu, gaya tersebut memberikan kesan elegan namun tetap praktis, sehingga cocok digunakan baik di ruang kelas maupun saat mengikuti kegiatan kampus lainnya.

Keunikan fashion mahasiswa FIB Unsoed ini semakin mempertegas citra bahwa budaya dapat tetap hidup dan berkembang dalam lingkungan modern. Kebaya modern yang dipadukan dengan aksesori kekinian serta batik yang dirancang ulang menjadi busana kasual menunjukkan bahwa warisan budaya dapat menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa. Fashion ala “anak FIB banget” bukan sekadar pilihan estetika, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap budaya lokal yang mereka rayakan melalui penampilan sehari-hari.

Editor : Bunga

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *