Ferry Efendi, Dosen Keperawatan UNAIR, Masuk 2% Peneliti Terbaik Dunia

Purwokerto – Ferry Efendi, dosen keperawatan Universitas Airlangga, berhasil masuk dalam daftar 2% peneliti terbaik dunia versi Stanford University. Prestasi ini dicapai melalui konsistensi risetnya, terutama fokus pada migrasi perawat Indonesia ke luar negeri dan publikasi di jurnal internasional bereputasi.

Ferry menjelaskan motivasinya menekuni bidang keperawatan. “Perawat merupakan profesi yang berada di jantung pelayanan kesehatan. Mereka tidak hanya merawat pasien, tetapi juga menjadi pendidik, advokat, dan peneliti. Di bidang inilah saya menemukan ruang luas untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kemanusiaan,” ujarnya.

Dalam perjalanan akademiknya, Ferry mengaku banyak belajar dari mentor, kolega, hingga pasien. Salah satu sosok yang paling berpengaruh adalah Prof. Angeline Bushy dari University of Central Florida, Amerika Serikat, yang mengajarkan riset keperawatan berdampak global namun tetap relevan secara lokal.

Dokumen Pribadi saat melakukan riset di Taiwan dan Jepang

Mengenai posisi perawat Indonesia saat ini, Ferry menyoroti tantangan bahasa dan kesiapan kerja di luar negeri. “Jika aspek ini diperkuat, perawat Indonesia akan semakin diakui sebagai tenaga kesehatan yang berdaya saing global,” ungkapnya.

Selain riset, Ferry menginisiasi aplikasi Pasar Kerja Perawat, yang mempermudah lulusan keperawatan mengakses informasi pekerjaan dan membangun jejaring profesional. “Aplikasi ini menjadi jembatan antara lulusan dengan dunia kerja, sekaligus wadah membangun jejaring profesional. Bagi perawat muda, aplikasi ini mempercepat transisi dari bangku kuliah ke dunia praktik,” jelasnya.

Tantangan terbesar bagi profesi keperawatan, menurut Ferry, adalah menyatukan kebijakan, kualitas pendidikan, dan kebutuhan praktik di lapangan. “Menyatukan ketiga aspek ini sangat mungkin dicapai dengan sinergi lintas sektor. Lebih adaptif, cepat mengeksekusi, dan mengarahkan sumber daya ke keunggulan menjadi pekerjaan utama,” ujarnya.

Untuk masa depan, Ferry menegaskan visi besar bagi perawat Indonesia. “Saya berharap ke mana pun saya pergi, saya melihat perawat Indonesia di seluruh dunia. Perawat Indonesia merawat dunia. Mereka harus berani bermimpi lebih besar: tidak hanya bekerja di dalam negeri, tetapi juga menjadi aktor penting dalam pasar kerja kesehatan dunia. Inilah momentum untuk mendorong pencapaian Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Dengan masuk daftar 2% peneliti terbaik dunia dan dedikasi tanpa henti, Ferry Efendi menunjukkan bahwa perawat Indonesia tidak hanya merawat pasien, tetapi juga menorehkan prestasi di panggung global.

Editor: Tafana Khairunisa

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *