Gangguan Fokus di Era Digital: Mahasiswa dan Kebiasaan Scroll Tak Berujung

Rendahnya literasi digital dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mempertahankan fokus belajar. Menurut Khairin (2025) dalam Journal of Humanities and Social Science, literasi digital mencakup kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital secara bijak. Penurunan perhatian berkelanjutan atau kesulitan fokus pada satu tugas merupakan salah satu dampak umum dari penggunaan media digital secara bersamaan.

Fenomena ini terlihat nyata di kalangan mahasiswa. Seorang mahasiswa mengaku, “Saya sering scroll tanpa sadar saat mengerjakan tugas. Kontennya menarik, jadi keterusan. Baru sadar saat tugas belum selesai, kemudian baru dikerjakan.”

(Sumber: doc pribadi)

Gangguan fokus ini paling sering terjadi di kamar, tempat mahasiswa belajar sekaligus mengakses gadget. Waktu yang paling rawan adalah saat mengerjakan tugas kuliah, ketika lingkungan pribadi seharusnya mendukung belajar justru mempermudah distraksi digital.

Mahasiswa lainnya menambahkan, kebiasaan scroll dipengaruhi oleh konten menarik dan interaksi dengan teman. Akibatnya, fokus belajar terganggu dan tugas sering tertunda. Beberapa mahasiswa mencoba strategi sederhana untuk kembali fokus, seperti memutar musik saat belajar atau membuat jadwal belajar yang teratur.

Fenomena gangguan fokus akibat kebiasaan scroll menjadi peringatan bagi mahasiswa dan pendidik untuk meningkatkan literasi digital. Dengan kesadaran dan strategi yang tepat, mahasiswa dapat menyeimbangkan konsumsi konten digital, tetap produktif, dan mempertahankan konsentrasi saat belajar.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *