
Purbalingga— Minat siswa SMA untuk mengenakan pakaian adat Jawa dalam foto yearbook menjadi tren di Instagram dan TikTok sejak tahun 2024. Di tengah dominasi konsep modern, siswa SMA di Jawa Tengah justru memilih menampilkan identitas budaya melalui busana tradisional sebagai tema foto buku tahunan mereka.
Pilihan ini menjadi contoh bagaimana generasi muda merayakan budaya lokal dalam format visual yang kekinian.Tren ini tidak muncul tanpa konteks. Sepanjang 2024, sejumlah unggahan di Instagram Reels dan TikTok memperlihatkan sekolah-sekolah di berbagai daerah di Jawa Tengah menampilkan konsep pakaian adat untuk yearbook. Visual yang klasik, penggunaan jarik, kebaya, dan blangkon, serta nuansa heritage yang kuat membuat tema ini banyak ditiru oleh siswa di berbagai daerah. Fenomena tersebut turut menjadi inspirasi foto yearbook siswa SMA.
“Aku lihat beberapa video di TikTok tentang yearbook bertema adat Jawa. Sangat keren dan terlihat classy. Dari situ muncul keinginan untuk mengikuti konsep serupa,” ujar Sarah, siswa SMA Negeri 1 Bukateja.
Menurut para siswa, memakai pakaian adat untuk foto yearbook tidak hanya sekadar mengikuti tren media sosial, tetapi juga bentuk pelestarian budaya.
“Kalau banyak remaja pakai pakaian adat dalam momen besar seperti yearbook, itu semacam dokumentasi modern bahwa budaya adat tidak hilang. Justru tetap hidup di generasi kita,” jelas Sarah.
Di lingkungan sekolah, respons terhadap konsep ini terbilang positif. Pihak sekolah mendukung selama aturan berpakaian tetap sesuai norma pendidikan. Antusiasme siswa meningkat setelah melihat referensi foto dari sekolah lain yang telah menerapkan konsep serupa.
Secara budaya, tren ini menunjukkan pergeseran cara remaja memandang tradisi, bukan sebagai sesuatu yang kuno, tetapi sebagai identitas yang dapat dikemas secara estetis. Pakaian adat tidak lagi dianggap ketinggalan zaman, tetapi menjadi sarana visual untuk menegaskan akar budaya di tengah maraknya gaya modern. Sementara itu, para siswa berharap tren ini terus berlanjut.
Selain menghasilkan foto yang berkesan, mereka melihatnya sebagai langkah kecil untuk menjaga tradisi tetap relevan. “Bagiku, foto yearbook dengan pakaian adat adalah cara merayakan identitas, melestarikan budaya, dan membingkai kenangan sekolah dengan rasa bangga,” Ujar Sarah.
Editor: Anisa Dwi Aryanti
