Purwokerto – Di balik indahnya lenggak-lenggok para penari dalam sebuah pertunjukan sendratari Senandung Asmara Baturaden yang berlangsung pada Sabtu, 21 November 2025 di Gedung Kesenian Soetedja, terdapat sosok-sosok penting yang turut andil, yaitu para pengrawit. Mereka bukan sekadar pengiring, melainkan pengatur ritme.
Menurut Dhila, salah seorang pengrawit mengungkapkan bahwa peran pengrawit menjadi elemen kunci yang menjaga keselarasan gerak di atas panggung. “Peran pengrawit sangat penting dalam sebuah pertunjukan. Dalam pertunjukan tari, pengrawit menjadi penentu tempo yang menjadi acuan penari sehingga bisa menari dengan ketukan yang tepat,” ungkapnya.
Sebelum pementasan, para pengrawit telah menguasai seluruh gending yang akan dimainkan. Namun, saat pertunjukan berlangsung, musik bisa dipanjangkan, diperpendek, atau diulang sesuai kebutuhan. Penari biasanya memberikan kode kecil seperti anggukan atau lirikan mata sebagai tanda perpindahan koreografi.
Dalam memainkan gamelan, instrumen kendang menjadi pusat, yaitu berfungsi sebagai pemimpin dalam gamelan. “Pemain kendang akan memberikan tanda kapan gending dimulai, dipercepat, diperlambat, atau berhenti.”
Meski tidak tampil di depan, para pengrawit menjadi fondasi yang membuat sebuah pertunjukan dapat hidup dan menyentuh penonton. Musik merekalah yang menjembatani cerita, gerak, serta emosi dalam Senandung Asmara Baturaden.
