Istilah “Core” di Kalangan Generasi Z: Tren Baru Menggambarkan Suasana dan Estetika

Sumber: Generated by Gemini AI

Purwokerto Istilah “core” kini menjadi salah satu tren bahasa yang paling sering digunakan Gen Z di media sosial. Dalam bahasa gaul, “core” merujuk pada inti atau esensi dari suatu suasana, gaya, atau tema tertentu. Penggunaannya sangat fleksibel, cukup menambahkan akhiran –core untuk menggambarkan suasana atau gaya tertentu secara cepat dan ringkas.

Menurut Anisa salah satu mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, pengguna aktif TikTok, istilah ini seringkali digunakan Gen Z untuk mengekspresikan suasana. “Sekarang jika ingin menjelaskan suasana atau gaya, memakai istilah ‘core’. Orang-orang akan langsung paham maksudnya tanpa perlu dijelaskan panjang,” Ujarnya.

Istilah seperti Lebaran core, Ramadhan core, atau Gen Z core sering muncul untuk menggambarkan momen khas atau gaya anak muda. Selain menggambarkan suasana, istilah “core” banyak digunakan untuk menandai estetika visual seperti cottagecore (merujuk pada suasana hidup sederhana di pedesaan), kidcore (merujuk pada warna cerah dan nostalgia masa kecil), clean girl core (gaya rapi dan minimalis), hingga grungecore (menampilkan kesan gelap dan artsy). Hal ini menunjukkan bahwa “core” bisa dipakai untuk berbagai aspek baik suasana, gaya hidup, maupun tema konten.

Istilah ini menjadi bahasa yang singkat namun penuh makna, memungkinkan remaja menggambarkan suasana, estetika, dan karakter dirinya dalam satu kata. Bagi Gen Z, “core” bukan sekadar tren, melainkan cara memahami dan mengategorikan kehidupan sehari-hari lewat bahasa visual.

Penggunaan istilah ini semakin populer karena selaras dengan kebiasaan Gen Z yang mengekspresikan diri secara visual melalui sosial media seperti TikTok, Instagram, dan Pinterest. Platform-platform tersebut turut mendukung penyebarannya dengan menampilkan konten sesuai kata kunci “core”. Pengguna istilah tersebut sering memakainya dalam percakapan sehari-hari, seperti “Gaya kamu cottagecore banget,” atau “Pinterest aku clean girl core semua.”

Editor: Luthfi Fadhilah

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *