Jangan Keliru! Ini Penjelasan tentang Tidur saat Puasa

Sumber: iStock

Purbalingga—Anggapan bahwa tidur saat puasa otomatis berpahala masih beredar di tengah masyarakat. Ustadzah Syarofah menegaskan bahwa pemahaman tersebut perlu diluruskan karena tidak semua aktivitas saat berpuasa serta-merta bernilai ibadah tanpa melihat dasar dalil dan niat pelakunya.

Menurut Ustadzah Syarofah, ungkapan “tidurnya orang berpuasa adalah ibadah” dinisbatkan sebagai hadis, tetapi statusnya tidak kuat dalam kajian ilmu hadis.

“Riwayat tentang ‘tidurnya orang berpuasa adalah ibadah’ adalah hadis daif. Karena itu, tidak bisa dipahami bahwa setiap tidur saat puasa otomatis menjadi ibadah khusus,” ujarnya saat diwawancarai pada 24 Februari 2026 di Purbalingga.

Dalam literatur ilmu hadis, sejumlah ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dan Muhammad Nasiruddin al-Albani menilai riwayat tersebut berstatus daif. Hadis daif adalah riwayat yang tidak memenuhi kriteria shahih atau hasan sehingga tidak dapat dijadikan dasar hukum secara mandiri.

Ia menjelaskan bahwa dalam Islam, nilai suatu amalan bergantung pada niat. Prinsip ini merujuk pada hadis sahih yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab tentang pentingnya niat dalam setiap perbuatan.

“Jika seseorang tidur dengan niat menjaga kesehatan agar kuat berpuasa dan beribadah, maka itu bisa bernilai pahala. Tetapi jika hanya untuk bermalas-malasan, tentu tidak bisa disebut ibadah,” jelasnya.

Ustadzah Syarofah menambahkan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Puasa tidak dimaksudkan sebagai alasan untuk meninggalkan kewajiban atau mengurangi produktivitas.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi agama, khususnya yang dinisbatkan sebagai hadis.

“Umat Islam perlu memastikan sumber dan status hadis sebelum menyebarkannya, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami ajaran Islam,” tuturnya.

Dengan demikian, tidur saat puasa tidak otomatis menjadi ibadah khusus, melainkan bergantung pada niat dan tujuan yang melatarbelakanginya.

Editor: Velen Candra Nadia

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *