Janji Karya Tere Liye: Memandang Kebaikan dari Sudut Pandang Pendosa

Purwokerto—Bahar, tokoh utama dalam novel Janji karya Tere Liye yang terbit pada 28 Juli 2021. Ia digambarkan sebagai sosok pendosa namun tetap memilih menjalankan kebaikan hingga akhir hidupnya. Melalui sudut pandangnya, Bahar menunjukkan bahwa masa lalu yang kelam tidak menghalangi seseorang untuk memperbaiki diri dan berbuat baik.

Novel Janji karya Tere Liye (sumber : dokumentasi NFN)

Selama bertahun-tahun, Bahar hidup dalam kesalahan yang menjerumuskannya. Beberapa kejahatan yang pernah dilakukannya yaitu membuat gumilang terbakar, membunuh orang, berjudi, dan mabuk-mabukan. Bahar menyadari betul bahwa masyarakat menilainya buruk atas apa yang telah ia lakukan selama ini. Namun, di balik pandangan itu, Bahar memandang kebaikan sebagai satu-satunya jalan untuk menebus keburukannya. Ia terus melakukan kebaikan walaupun orang-orang memandangnya sebagai pendosa karena ia menerapkan lima prinsip dari Buya sepanjang sisa hidupnya.

Transformasi Bahar tampak pada keputusannya menjalani hidup dengan terus melakukan kebaikan untuk orang-orang di sekitarnya. Hidupnya berubah 360 derajat, dari mulai memberikan tabungannya untuk menebus tanah panti hingga selalu bersedekah kepada yang membutuhkan. Dari sudut pandangnya, kebaikan bukan untuk menghapus citra pendosa tetapi untuk mempertanggungjawabkan hidup selama ia masih diberi nikmat umur.

Dalam proses itu, Bahar berpegang pada lima prinsip yang ia implementasikan, yaitu: selalu menghormati dan membantu tetangga, selalu lindungi yang lemah dan teraniaya, selalu jujur ​​dan tidak pernah mencuri, bersabarlah atas apa pun ujian yang dihadapi, dan bersedekah, bersedekah, dan bersedekah. Prinsip-prinsip ini menggambarkan cara pandang Bahar bahwa seorang pendosa tetap memiliki ruang untuk memperbaiki diri, selama ia berpegang pada nilai yang benar.

Kisah Bahar memperlihatkan bahwa melakukan kebaikan tidak memerlukan reputasi baik tetapi hanya perlu niat dan keberanian. Perjalanan hidup Bahar juga menegaskan bahwa seorang pendosa pun jejak kebaikannya bertahan lebih lama daripada kesalahannya.

Editor : Zahra Jerolin Hanifah

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *