Kegiatan Debat Mendorong Siswa Menguasai Bahasa Indonesia Secara Kritis dan Terstruktur

(Sumber: Dokumentasi pribadi)

Purwokerto — Debat kini menjadi ‘senjata’ baru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang dinilai efektif meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai bahasa secara kritis dan terstruktur. Kegiatan ini membantu siswa mengasah kemampuan berpikir kritis dan terstruktur, serta menyampaikan pendapat dengan jelas, logis, dan berbasis bukti sehingga metode debat dianggap mampu memperkuat ketepatan berbahasa sekaligus keterampilan analisis siswa.

Penelitian yang diterbitkan dalam Indonesian Research Journal on Education tahun 2024 oleh Walenta dkk. menemukan bahwa debat dapat melatih siswa untuk lebih mendalam dalam menganalisis informasi serta menilai kekuatan maupun kelemahan argumen. Dalam penelitian tersebut, dijelaskan juga bahwa proses debat membuat pembelajar lebih aktif mengevaluasi kevalidan data sebelum digunakan dalam penyampaian pendapat.

Penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa metode debat berperan penting dalam membentuk cara berpikir sistematis. Siswa yang terlibat dalam kegiatan debat lebih terlatih menyusun gagasan secara terorganisasi, memahami berbagai sudut pandang, serta menjawab kritik secara terarah. Kondisi tersebut sejalan dengan praktik di kelas, di mana siswa yang rutin mengikuti debat tampak lebih percaya diri ketika berbicara di depan umum maupun saat melakukan presentasi akademik.

Selain itu, kegiatan debat juga membiasakan siswa untuk lebih selektif dalam menggunakan sumber informasi. Siswa terdorong memilih referensi yang valid dan relevan, karena setiap argumen yang disampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan. Kebiasaan ini mendukung penguasaan Bahasa Indonesia yang tidak hanya berfokus pada kelancaran berbicara, tetapi juga ketelitian dan akurasi dalam mengelola informasi.

Dengan berbagai manfaat tersebut, kegiatan debat dipandang bukan hanya sebagai latihan berbicara di depan kelas, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang memperkuat kemampuan berpikir kritis, menyusun argumen, dan memahami teks secara mendalam. Hal ini menjadikan debat relevan diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tengah tuntutan literasi informasi yang semakin kompleks saat ini.

Editor: Wanda Apriliani

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *