
Purwokerto — Media sosial kini menjadi panggung terbuka yang memungkinkan mahasiswa menunjukkan kompetensi, minat, dan karya terbaiknya secara luas dan cepat. Melalui postingan yang terkonsep, mereka dapat memperkuat personal branding sebagai sosok kreatif, produktif, dan profesional di mata dosen, teman kampus, hingga rekruter masa depan. Jejak digital yang positif berupa portofolio, pemikiran kritis, dan aktivitas sosial menjadikan setiap unggahan sebagai peluang memperluas jaringan sekaligus membuka jalan menuju beasiswa, magang, maupun karier yang lebih baik.
Menyadari besarnya peluang tersebut, banyak mahasiswa mulai menjadikan media sosial sebagai portofolio digital yang menampilkan proyek, prestasi akademik, hingga pengalaman organisasi secara lebih terkurasi. Konten yang berisi karya, refleksi kritis, serta dokumentasi kegiatan komunitas membantu membangun citra diri yang kredibel sekaligus menunjukkan konsistensi mereka pada bidang tertentu. Malik, salah satu mahasiswa semester 7 mengatakan, “Membangun personal branding di Instagram, LinkedIn atau platform media sosial lainnya memang sangat diperlukan di era sekarang ini, karena hal itu dapat menjadi nilai plus untuk perjalanan masa depan.” Di mata rekruter, dosen, maupun mitra kolaborasi, jejak digital yang rapi dan profesional menjadi sinyal bahwa mahasiswa tidak hanya aktif di kampus, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja yang menuntut bukti kompetensi nyata.
Berbagai kampus dan komunitas juga mulai mendorong pemanfaatan media sosial melalui webinar, pelatihan portofolio digital, dan kelas personal branding. Dukungan tersebut membuat mahasiswa lebih terarah dalam mengelola akun, mulai dari pemilihan foto profil, bio yang mencerminkan keahlian, hingga konsistensi tema konten yang selaras dengan tujuan karier. Dengan strategi yang tepat, media sosial tidak lagi sekadar ruang hiburan, tetapi berubah menjadi etalase profesional yang memperkuat posisi mahasiswa di tengah ketatnya persaingan akademik dan dunia kerja.
Pada akhirnya, pemanfaatan media sosial untuk personal branding kembali pada pilihan dan kedewasaan setiap mahasiswa dalam mengelola dirinya di ruang publik digital. Ketika unggahan dibuat bukan semata-mata untuk validasi, tetapi untuk menampilkan kapasitas, nilai, dan kontribusi, media sosial dapat menjadi jembatan strategis menuju relasi yang lebih luas dan peluang yang lebih beragam. Dengan kesadaran dan konsistensi positif, setiap postingan bukan lagi sekadar hiburan sesaat, melainkan investasi jangka panjang bagi reputasi dan masa depan karier mereka.
Editor: Alifia Rizqi Ramadhan
