
Cilongok—Awan gelap masih menyelimuti langit pada subuh hari itu. Embusan udara pagi yang segar, langkah-langkah warga mulai mengarah ke Masjid Nurul Huda. Kuliah subuh sudah menjadi tradisi di setiap bulan Ramadan, agenda yang tidak hanya menghadirkan kajian keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga Desa Karangtengah.
Selasa, 24 Februari 2026, kuliah subuh pagi itu menghadirkan Kyai Ali sebagai pembicara. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema “Orang yang Dirindukan Surga”, sebuah pembahasan yang mengajak jemaah merenungkan amalan sederhana namun bernilai besar di sisi Tuhan. “Amalan sekecil apa pun, jika diniatkan dengan hati bersih, nilainya luar biasa di hadapan Allah SWT,” pesannya.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Semuanya tampak menyimak kajian dengan khidmat, Beberapa remaja terlihat mencatat poin penting, sementara anak-anak duduk tenang di samping orang tua mereka. Kebersamaan yang tercipta membuat suasana subuh terasa lebih bermakna.
Kuliah subuh pagi itu berakhir pada pukul 05.40 WIB. Warga mulai meninggalkan pelataran masjid, sebagian saling menyapa dan berbincang ringan sebelum kembali ke aktivitas masing-masing. Tradisi sederhana ini kembali menegaskan bahwa bulan Ramadan bukan hanya tentang hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.
Editor: Khairunnisa Al Jauziyah
