Purwokerto – Dalam persaingan pendidikan yang semakin ketat, les tambahan kini dipandang sebagai investasi penting bagi orang tua karena mampu memberikan pendampingan belajar yang lebih personal dibanding pembelajaran di sekolah. Di Desa Bener, Majenang, layanan belajar privat “Belajar di Teteh Hana” menjadi pilihan utama siswa SD dan SMP untuk meningkatkan prestasi akademik berkat metode sederhana namun efektif yang membuat minat masyarakat terus meningkat.
Program ini menawarkan dua jenis layanan utama, yakni “paket mantap” dan kelas harian. Paket mantap menyediakan empat pertemuan per minggu, total sekitar 16 kali pertemuan per-bulan dengan biaya 150 ribu. Namun, sebagian besar siswa lebih memilih kelas harian karena hanya perlu membayar ketika hadir.
“Kami memang ingin menyediakan sistem les harian agar lebih fleksibel. Dengan sistem ini, jika pada hari tertentu anak tidak bisa berangkat les, mereka tidak perlu membayar,” ujar Hana Lispaesa, pengelola sekaligus tutor utama, saat diwawancarai pada Senin (24/11).
Program belajar ini ditujukan untuk siswa SD kelas 1–6 dan SMP kelas 7–9. Pembagian kelas disesuaikan dengan jadwal berbeda untuk tiap kelompok, dengan durasi belajar dua jam setiap pertemuan. Tenaga pengajar/tutor terdiri atas Hana Lispaesa bersama empat tutor lainnya, yaitu Tiara Nur Annisa, Nadiyatul Aliyah, Windi Maura Cahyani, dan Indriani Samsi. Sistem pendaftarannya pun dibuat sangat sederhana. Orang tua atau siswa cukup menghubungi melalui WhatsApp, mengakses laman Instagram @hann_liss_les_privat, atau langsung datang ke lokasi belajar.
Pendekatan pembelajaran yang digunakan belum memiliki nama khusus, tetapi para tutor selalu mengutamakan penyelesaian pekerjaan rumah (PR) siswa sebagai prioritas. Setelah tugas selesai, tutor memberikan penjelasan mendalam sambil mengaitkannya dengan lingkungan sekitar.
“Kalau bisa pakai alat peraga, kami pakai apa saja yang ada. Kalau anak penasaran, kami carikan gambar di internet. Jadi mereka belajar bukan hanya mendengar, tapi juga melalui visual,” kata Hana. Metode ini dilengkapi dengan latihan lisan, pengulangan materi, serta visualisasi, yang membuat materi lebih mudah dipahami.
Program ini memiliki tujuan besar. Hana berharap anak-anak menjadi lebih fokus pada pendidikan dan tidak kecanduan gawai.“Kami penginnya mereka bukan kecanduan HP, tapi kecanduan belajar, serta mampu memahami materi di luar kepala,” ungkap Hana. Ia juga menekankan bahwa saat UTS atau UAS, nilai mereka minimal harus berada di atas KKM.
“Belajar di Teteh Hana” dinilai berhasil memberikan dampak positif bagi anak-anak di Desa Bener meskipun masih beroperasi secara sederhana dan belum menyediakan layanan online. Para tutor berharap semakin banyak siswa yang terbantu untuk memahami pelajaran dan meraih prestasi lebih tinggi pada masa mendatang.
Editor: Shafaa Veda Artes Tiarni
