
Purwokerto – UKM Unit Kerohanian Islam Fakultas Ilmu Budaya (UKI FIB Unsoed) memiliki program Rindu Ramadan yang berisi rangkaian kegiatan Salat Tarawih di Masjid Az-Zakiyah, Fakultas Ilmu Budaya. Kegiatan berupa Salat Tarawih Berjemaah yang dimulai sejak malam ke-1 Ramadhan (18 Februari 2026) hingga malam ke-15 Ramadhan (5 Maret 2026). Tidak hanya Salat Isya dan Salat Tarawih, rangkaian kegiatannya juga mencangkup kajian dan tadarus bersama.
Selain memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar fakultas untuk ikut berpartisipasi sebagai jemaah, Departemen Dewan Kemakmuran Masjid UKI FIB memberikan challenge kepada mahasiswa terutama pengurus UKI FIB sendiri sebagai Imamnya. Tugas seorang imam dalam kegiatan ini tidak hanya memimpin salat berjemaah, tetapi juga memberikan kultum singkat terkait serba-serbi nasihat Ramadhan.
Ahmad Haidar, alumni UKI FIB Unsoed, menjadi imam tarawih pada hari pertama. “Saya dihubungi oleh DKM untuk menjadi imam tarawih, tahun ini kegiatannya lebih terstruktur tapi tetap santai,” kata Haidar. “Saya bangga bisa ikut berpartisipasi sebagai imam tarawih lagi.”
Menariknya, seorang imam yang diambil dari kalangan mahasiswa terbilang unik dan menjadi sarana belajar bagi imam maupun jemaah. Terkadang imam sering mengalami gugup hingga lupa hapalan sebab belum terbiasa. Karena itu kebijakan dalam menentukan teknis salat tarawih juga sering berubah-ubah dan jemaah ikhwan maupun akhwat diberikan kesempatan untuk memberikan masukan.
Hanif, mahasiswa PBI Unsoed, menjadi imam tarawih pada hari kedua. “Sebelumnya saya pernah menjadi imam di rumah. Disini (Masjid Az-Zakiyah FIB) jemaah boleh request,” ujar Hanif. “Surat-surat yang dibaca juga kadang ada titipan dari jemaah.”

Kegiatan tarawih berjamaah di Masjid Az-Zakiyah ternyata ramai dikunjungi tidak hanya oleh Mahasiswa FIB Unsoed, tetapi juga dari fakultas lain seperti FMIPA, Fikes, Fabio bahkan Fakultas Teknik dan Masyarakat sekitar. Hal ini dikarenakan salat di Masjid Az-Zakiyah FIB dianggap fleksibel dan estimasi waktu bisa dikondisikan.
“Tahun ini saya diberikan amanah sebagai penanggung jawab. Sengaja imam tarawih diambil dari mahasiswa secara acak dari berbagai fakultas, untuk memberikan pengalaman,” kata Fathan staff Departemen Dewan Kemakmuran Masjid UKI FIB. “Ini juga salah satunya atas permintaan Ketua Umum UKI FIB untuk membangun ukhwah dan pemanfaatan stakeholder di lingkungan Unsoed,” pungkasnya.
“Kegiatannya simpel tapi esensinya tetap ada, yaitu melaksanakan sunnah tarawih,” tutur Rika, seorang jemaah perempuan dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kualitas ibadah mahasiswa Unsoed selama bulan Ramadhan, serta dapat menjadi wadah silaturahmi. Lusi, Ketua Umum UKI FIB Unsoed mengungkapkan, “Kami teruskan program Rindu Ramadan ini, khususnya tarawih karena program ini sangat strategis dilaksanakan di fakultas. Disamping mendorong mahasiswa untuk meningkatkan amal saleh, kegiatan ini juga menjadi bekal para imam untuk belajar dan menjadi ajang silaturahmi serta eksistensi dakwah kerohanian Islam di Fakultas Ilmu Budaya Unsoed.”
