Mendikdasmen Perkuat Program Literasi dengan Strategi Pembelajaran Deep Learning

Purwokerto — Upaya penguatan literasi nasional kini diarahkan pada penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan aktivitas membaca dan menulis sebagai bagian inti proses belajar. Pendekatan ini dinilai lebih efektif membantu siswa memahami informasi, mengekspresikan gagasan, dan membangun kebiasaan literasi jangka panjang.

Kebijakan ini menegaskan bahwa penugasan membaca dan menulis lebih berdampak dibandingkan latihan soal berulang. Siswa dianjurkan untuk membuat resume bacaan, menuliskan kembali isi buku dengan bahasa sendiri, atau menulis pengalaman sederhana. Kebiasaan kecil seperti ini dipandang dapat memperkuat tradisi tulis sejak dini, sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan pemikiran mereka.

Langkah tersebut juga menjadi jawaban atas rendahnya kesempatan siswa untuk menyampaikan pengalaman dan gagasan secara tertulis. Melalui deep learning, sekolah didorong menciptakan ruang ekspresi, latihan berpikir kritis, serta kegiatan literasi yang tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga proses belajar.

Dalam arahan kebijakan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya membangun kebiasaan literasi sederhana namun konsisten. Ia menilai bahwa bahasa dan literasi memiliki peran besar dalam pembentukan karakter, cara berpikir, dan keadaban berbahasa.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, yang menekankan bahwa guru Bahasa Indonesia memegang peran strategis dalam menjaga kedaulatan bahasa sekaligus mendorong kreativitas dan kesantunan berbahasa di sekolah. Guru diharapkan mampu merancang kegiatan literasi yang memberi manfaat langsung bagi kemampuan siswa memahami teks dan memperoleh pengetahuan.

Dukungan terhadap penguatan literasi juga muncul dari berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya adalah Komisi X DPR RI, yang menyoroti pentingnya pemerataan akses bacaan melalui distribusi buku ke sekolah-sekolah di berbagai wilayah. Kolaborasi antara guru, sekolah, dan pemerintah dianggap menjadi kunci keberhasilan penerapan pembelajaran deep learning.

Penguatan literasi melalui pendekatan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang pada kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis siswa. Literasi yang kuat diyakini menjadi dasar terbentuknya generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan informasi di era modern.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *