Maraknya penyalahgunaan program KIP-K baru-baru ini telah menimbulkan pandangan negatif terhadap mahasiswa penerima beasiswa. Namun, di tengah kontroversi tersebut, cerita Muhamad Azis, mahasiswa berprestasi penerima KIP-K, menawarkan inspirasi dan harapan baru bagi banyak orang.
Dilahirkan dari desa kecil di Jawa Tengah, perjalanan hidup Azis menjadi contoh nyata akan keuletan dan tekad. Dari menyelesaikan sekolah menengah di SMA N Ajibarang hingga meraih beasiswa untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, Azis telah menunjukkan bahwa impian dapat terwujud meski dari latar belakang yang sederhana.
Tidak hanya mengandalkan beasiswa, Azis juga membuktikan dirinya sebagai sosok yang berprestasi. Juara 1 dalam kompetisi Fundamen Pengembangan Aplikasi dan lolos dalam berbagai perlombaan bergengsi seperti Gemastik, Satria Data, dan Pekan Kreativitas Mahasiswa menjadi bukti konkret akan kecerdasan dan dedikasi Azis dalam dunia akademik dan kompetisi.
Meskipun sibuk dengan persiapan perlombaan, Azis tetap menjalankan kewajibannya sebagai mahasiswa dengan penuh tanggung jawab. Manajemen waktu yang baik memungkinkannya untuk menjalankan akademik, perlombaan, dan juga aktif dalam organisasi kampus.
Azis juga memberikan pandangan unik tentang produktivitas, menekankan pentingnya memilih opportunity dengan bijak dan memanfaatkannya secara maksimal. Pesannya kepada generasi muda adalah untuk mengambil peluang yang ada dan tidak menyia-nyiakan setiap potensi yang dimiliki.
Dengan kisahnya yang menginspirasi, Muhamad Azis tidak hanya membuktikan bahwa kesuksesan dapat diraih dari bawah, tetapi juga bahwa tidak semua mahasiswa penerima KIP-K terlibat dalam penyalahgunaan program tersebut. Azis menjadi contoh bahwa dengan semangat dan kerja keras, setiap orang dapat meraih mimpi mereka, tidak peduli seberapa besar rintangan yang dihadapi.