Dokumentasi pribadi
Purwokerto—Program pemanfaatan siaran televisi pendidikan mulai menunjukkan dampak positif terhadap kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Sejumlah sekolah melaporkan bahwa penggunaan tayangan berita, dokumenter edukatif, dan video siaran dapat membantu peserta didik memahami struktur teks berita, serta mengidentifikasi unsur 5W+1H dengan lebih akurat.
Dalam pelaksanaannya, tayangan dimanfaatkan sebagai contoh model penyampaian informasi, mulai dari penataan naskah, alur peristiwa, hingga teknik pelafalan. Peserta didik kemudian diminta menganalisis isi tayangan dan menirukan beberapa aspek penyampaiannya sesuai tujuan pembelajaran. Program ini dihadirkan sebagai upaya menyediakan media belajar alternatif yang mudah diakses, terutama di wilayah yang belum stabil koneksi internetnya.
Penggunaan visual dan audio secara bersamaan dinilai memperkuat fokus dan pemahaman peserta didik. Banyak laporan menunjukkan bahwa kemampuan membaca berita menjadi lebih ekspresif setelah peserta didik memperoleh contoh konkret dari tayangan televisi. Hal ini sejalan dengan berbagai hasil observasi pembelajaran yang menunjukkan bahwa media audiovisual mampu meningkatkan minat belajar, pemahaman isi, serta kepercayaan diri peserta didik saat membacakan berita.
Meski menunjukkan hasil positif, pemerataan perangkat televisi dan kemudahan akses siaran pendidikan masih belum sepenuhnya optimal. Beberapa sekolah menyebutkan adanya keterbatasan dalam durasi tayangan yang tidak selalu sesuai jam pelajaran serta kebutuhan penyaringan konten agar tetap relevan dengan kurikulum harian.
Pihak sekolah menilai perlu adanya perluasan distribusi perangkat serta penambahan variasi konten yang selaras dengan materi pembelajaran Bahasa Indonesia. Pemanfaatan media televisi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pendukung pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana penguatan literasi informasi bagi peserta didik.
Dengan meningkatnya kebutuhan media pembelajaran yang menarik dan mudah digunakan, siaran televisi pendidikan dinilai berpotensi menjadi solusi strategis dalam menghadirkan pembelajaran bahasa yang lebih kontekstual, interaktif, dan efisien.
Editor: Yusfi Shofiyatul Azmi
