
Purwokerto – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di sekolah menengah atas semakin meluas, terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Perkembangan ini membuka peluang besar untuk meningkatkan kompetensi literasi siswa, namun juga memunculkan tantangan etis dan akademik yang perlu dicermati secara serius.
Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi AI dapat memberikan dampak positif terhadap proses belajar. Sebuah studi literatur menyebutkan bahwa media pembelajaran berbasis AI mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal, adaptif, dan efisien, karena sistem dapat menyesuaikan materi sesuai kemampuan masing-masing siswa. Penelitian lain dari Universitas Negeri Padang terhadap 193 siswa SMA mengungkap bahwa mayoritas siswa memiliki sikap yang akrab, optimis, dan antusias terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, meskipun sebagian menyuarakan kekhawatiran tentang potensi ketergantungan dan hilangnya rasa human touch dalam proses belajar mengajar.
Temuan signifikan datang dari Kohesi: Jurnal Sains & Teknologi yang mengukur pengaruh penggunaan AI terhadap hasil belajar siswa SMA di Jakarta. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa AI memiliki kontribusi akademik yang kuat dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,63, yang berarti 63% peningkatan hasil belajar siswa dapat dijelaskan oleh penggunaan AI sebagai bagian dari proses pembelajaran. Data ini memperkuat argumen bahwa teknologi bukan hanya membantu, tetapi benar-benar mengubah cara siswa memahami Bahasa Indonesia, mulai dari kemampuan membaca hingga menulis esai.
Namun, perkembangan teknologi tersebut bukan tanpa tantangan. Studi di kalangan mahasiswa oleh Universitas Pendidikan Indonesia memperlihatkan bahwa penggunaan AI dapat memicu ketergantungan, penurunan kreativitas, serta risiko menurunnya orisinalitas tulisan. Dalam konteks SMA, kekhawatiran serupa dapat muncul ketika siswa terlalu bergantung pada AI untuk mengerjakan tugas menulis, membuat ringkasan, atau bahkan menganalisis teks. Di sisi lain, isu privasi data juga menjadi diskusi penting karena sebagian aplikasi AI mengumpulkan rekam jejak interaksi pengguna.
Pada akhirnya, AI membawa pengaruh besar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Potensi yang ditawarkannya nyata, tetapi harus diimbangi dengan pengawasan, literasi digital, serta etika akademik yang kuat. Jika sekolah mampu mengelola teknologi ini dengan bijak, AI bukan saja membantu siswa belajar lebih cepat, tetapi juga dapat membentuk generasi yang kritis, kreatif, dan melek teknologi.
